Home Headline Setahun Menikah, Baru Tahu Suaminya Perempuan

Setahun Menikah, Baru Tahu Suaminya Perempuan

Pelaku pemalsu identitas dan berhasil menikahi gadis (istimewa)

Boyolali, 17/7 (BeritaJateng.net) – Hampir setahun lamanya HN (25) warga Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede tidak menyadari jika ‘suami’ yang selama ini tinggal seatap dengannya ternyata juga berjenis kelamin perempuan.

Saat bertemu pertama kali, Suwarti berdandan layaknya seorang pria. Berambut cepak dan menggunakan pakaian selayaknya seorang pria. Bahkan pelaku juga terlihat merokok.

Keduanya kemudian berpacaran hingga akhirnya memutuskan untuk menikah di KUA Karanggede pada Oktober 2015 lalu.

Merasa ditipu dan dipermalukan ‘suaminya’ HN akhirnya melaporkan Suwarti (40), warga Desa Tanjung, Kecamatan Klego, Boyolali yang memalsukan identitas sebagai pria ke pihak berwajib.

Berawal kecurigaan HN kepada suaminya, yang hampir setahun menikah namun setiap diajak berhubungan intim selalu menghindar dengan berbagai alasan.

Sampai akhirnya HN mengecek dompet milik suaminya saat mandi dan menemukan KTP atas nama Suwarti (40), warga Desa Tanjung, Kecamatan Klego, Boyolali. Setelah diselidiki ternyata ‘suaminya,’ masih memiliki suami dan seorang anak.

Kecewa dan merasa ditipu, akhirnya HN melaporkan pada pihak Kepolisian Rabu (13/7/2017) lalu.

Kasatreskrim AKP M Kariri mewakili Kapolres Boyolali AKBP Agung Suyono, kasusnya saat ini masih dalam penyidikan terkait pemalsuan identitas pelaku.

“Pelaku akan dijerat Pasal 378 dan atau 263 ayat 1, 2 dan atau Pasal 264 ayat 2 dan atau Pasal 266 ayat 1, 2atau Pasal 279 KUHP tentang penipuan dengan ancaman 7 tahun penjara,” jelasnya di Boyolali Jawa Tengah.

Pihak Kepolisian juga masih memeriksa alasan pelaku merubah identitas dan jenis kelaminya. Juga terkait bagaimana pelaku bisa mendaftar dan melakukan pernikahan di KUA setempat.

“Kita juga akan mendatangkan psikiater untuk mengetes kondisi psikologis,” paparnya lebih lanjut.

Dari pengakuan pelaku (Suwarti) dirinya masih bersuami, dan memiliki anak yang sudah remaja. Suaminya sudah lama pergi merantau. Pelaku juga mengaku sangat mencintai HR.

Meski tidak pernah berhubungan badan namun pelaku tetap memberikan nafkah lahir dari upah kerja serabutan yang selama ini. Sedangkan nama Efendi Saputra diperoleh dari KTP yang ditemukannya dijalan dan KTP tersebut diganti dengan foto wajahnya. Bahkan pelaku juga mengatakan menyewa orang untuk mengaku sebagai kerabatnya. (Bj24)