Home Headline Sering Banjir, Pemkab Tidak  Relokasi Warga Bantaran

Sering Banjir, Pemkab Tidak  Relokasi Warga Bantaran

bengawan Solo (1)Karanganyar, 22/2 (Beritajateng.net) – Sering dilanda banjir tahuanan saat aliran sungai Bengawan Solo meluap menggenangi rumah warga, namun Pemkab Karanganyar belum memiliki rencana untuk merelokasi warganya.

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyebutkan warga yang berdomisili di sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo sangat banyak sekali. Rasanya akan sulit untuk dilakukan relokasi pasalnya biaya yang akan dikeluarkan sangat besar.

“Biayanya cukup besar untuk melakukan relokasi,” jelasnya kepada wartawan di Karanganyar Jawa Tengah Minggu, (22/2/2015).

Sementara ini jelas Yuliatmono, saat ini ketika banjir akan datang sudah bisa diprediksi sebelumnya. Banyak teknologi dan informasi dari berbagai pos pantau bengawan Solo yang bisa memberikan informasi terkait ketinggian air bengawan Solo. Sehingga masyarakat bisa mengantisipasi sebelum banjir datang.

“Hal yang paling adalah ketersediaan  fasilitas penyelamatan seperti perahu, seperti perahu karet, pelampung, logistik yang harus selalu siaga,” tegasnya.

Terkait antisipasi banjir dengan membangun talud di sepanjang bantaran sungai, Yuliatmono mengakui ada  banyak kendala dan kecil kemungkinan bisa terwujud. Karena harus semua di bangun, jika satu sisi wilayah bantaran (desa) dibangun yang lain tidak pasti akan menuntut hal yang sama juga (pembangunan talud). Akan dilakukan dulu pengecekan seberapa penting dilakukan pembangunan talut dan berapa besar biayanya.

“Bangun talud ya harus semua, menyeluruh sepanjang Bengawan Solo. Mulai  desa Ngringo hingga desa Waru dengan panjang lebih dari 10 kilometer,” pungkasnya. (BJ24)