Home Lintas Jateng Seribuan Disabilitas di Boyolali Belum Dijamin BPJS

Seribuan Disabilitas di Boyolali Belum Dijamin BPJS

image

Boyolali, 3/12 (Beritajateng.net) – Seribuan warga disabilitas di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, belum dijamin kesehatannya oleh pemerintah karena belum masuk daftar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Kami masih berjuang karena sekitar 25 persen dari 4.600 warga disabilitas di Boyolali, belum masuk program BPJS,” kata Ketua Forum Komunikasi Disabilitas Boyolali (FKDB) Sapto Priyono di sela-sela peringatan Hari Difabel Internasional di Desa Ringinlarik, Musuk, Boyolali, Rabu.

Menurut Sapto Priyono, ada sekitar 1.150 atau 25 persen warga Disabilitas yang tersebar di 19 kecamatan di Boyolali hingga kini belum tercakup jaminan kesehatannya oleh pemerintah.

“Kami sedang menginventarisir para disabilitas secara detail, seperti sumber daya manusia (SDM) terkait pendidikan dan keahliannya. Kami berharap Pemkab Boyolali untuk lebih memperhatikan para disabilitas saol pendidikan dan kesehatannya,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga memberikan apresiasi dengan terbitnya Peraturan Daerah (Perda) yang megatur, tentang Disabilitas. Sehingga, sejumlah kantor pelayanan Pemkab Boyolali menyediakan akses layanan bagi difabilitas.

“Perda telah mengatur, sehingga para disabilitas mendapat akses layanan khusus seperti jalan masuk kantor dan kamar mandi untuk disabiltas,” katanya.

Namun, pihaknya berharap pada kantor kecamatan atau Puskesmas ke depan juga diperlengkap akses layanan untuk difabilitas.

Menurut Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnaerktrans) Boyolali, Purwanto, Pemkab Boyolali memang memiliki Perda untuk layanan para disabiltas termasuk setiap perusahaan wajib menerima satua atau dua orang warga disabilitas sebagai karyawannya.

“Daerah yang memiliki Perda disabilitas di Jateng memang baru tujuh wilayah termasuk Kabupaten Boyolali. Boyolali juga memiliki tempat pendidikan khusus atau inklusif,” katanya.(ant/pj)

Advertisements