Home News Update Sentra PKL Pekunden Dilengkapi Shuttle Bus

Sentra PKL Pekunden Dilengkapi Shuttle Bus

Semarang, 1/12 (BeritaJateng.Net) – Kawasan sentra pedagang kaki lima (PKL) Pekunden Semarang yang dijadikan sebagai lokasi kantong parkir alternatif mengatasi kemacetan, dilengkapi “shuttle bus”.

“Ada beberapa ‘shuttle bus’ yang kami siapkan untuk mengangkut pengunjung secara gratis,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kota Semarang Agus Harmunanto di Semarang, Senin.

Kawasan Jalan Pandanaran yang menjadi sentra oleh-oleh khas Semarang selama ini memang sering mengalami kemacetan karena bermunculannya parkir-parkir liar yang menggunakan bahu jalan.

Untuk mengurangi kemacetan, Pemerintah Kota Semarang menyediakan kantong parkir alternatif di sentra PKL Pekunden bagi pengunjung yang akan berbelanja oleh-oleh di Jalan Pandanaran.

“Jadi, para pengunjung yang akan membeli oleh-oleh di Jalan Pandanaran harus parkir di sini (sentra PKL Pekunden). Selanjutnya, kami siapkan ‘shuttle bus’ untuk mengantar mereka ke Pandanaran,” kata Agus.

Ia menyebutkan setidaknya ada empat unit “shuttle bus” di sentra PKL Pekunden yang disiapkan untuk mengangkut pengunjung yang akan berbelanja oleh-oleh ke Jalan Pandanaran pulang-pergi.

Adapun operasional “shuttle bus”, kata dia, mulai pukul 07.00-22.00 setiap hari dengan rute tempuh, mulai Jalan Batan Selatan-Jalan Thamrin-Jalan Pandanaran, demikian pula sebaliknya.

“Setiap unit ‘shuttle bus’ bisa menampung sekitar 15 penumpang. Setiap 10 menit, bus akan mengantarkan penumpang dari sini (sentra PKL Pekunden) ke Pandanaran, dan sebaliknya,” tukasnya.

Dengan dijadikannya kawasan sentra PKL kuliner Pekunden Semarang sebagai kantong parkir alternatif, kata dia, kendaraan tidak diperbolehkan lagi parkir di bahu-bahu Jalan Pandanaran.

“Mulai sekarang, bahu Jalan Pandanaran bebas dari parkir. Kecuali, parkir di lokasi yang disediakan toko setempat. Semua kendaraan yang akan berbelanja harus parkir di Pekunden,” tegas Agus.

Pada tahap awal penerapan kebijakan itu, Dishubkominfo Kota Semarang akan mengerahkan petugas untuk membantu mengarahkan para pengunjung yang akan membeli oleh-oleh ke lokasi parkir alternatif.

“Kami berkoordinasi pula dengan kepolisian dan TNI. Tentu, jika masih ditemukan pelanggaran di lapangan, petugas bisa melakukan tilang di tempat supaya menimbulkan efek jera,” tukasnya. (ant/pri)

Advertisements