Sentra IKM Logam KIW Kota Semarang Terus Berkembang

SEMARANG, 8/12 (BeritaJateng.net) – Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Logam di Kawasan Industri Wijaya Kusuma (KIW) Kota Semarang, terus bertumbuh. Sejak diresmikan Maret 2022 lalu, Sentra IKM Logam di KIW ditempati 74 pengrajin logam.

Kios-kios yang digunakan oleh pengrajin logam itu dibagi dalam beberapa blok dengan total luasan lahan 1,8 hektar.

Perputaran uang di Sentra IKM Logam KIW juga terus bergeliat dari waktu ke waktu. Bahkan menurut Sunaryo Ketua Sentra IKM Logam KIW, taksiran transaksi uang per kios yang ditempati pengrajin skala menengah bisa tembus Rp 50 juta lebih per bulan.

Sementara pengrajin dengan skala kecil di Sentra IKM Logam KIW ditaksir mencapai Rp 20 juta per bulan. Taksiran perputaran uang itu ia dapat dari pendataan yang dilakukan ke setiap pengrajin.

“Dari hal itu menunjukan bahwa Sentra IKM Logam KIW berkembang. Bahkan jadi jujugan kunjungan industri oleh para pelajar dari berbagai daerah,” jelasnya, Kamis (8/12).

Menyoal kunjungan industri, Sunaryo berujar setidaknya Sentra IKM Logam KIW dikunjungi 15 kali setiap bulan setelah beroperasi. Puluhan kios yang ditempati pengrajin logam yang ada juga selalu buka pada hari kerja.

Ia menuturkan, Sentra IKM Logam KIW juga zero limbah. “Karena sisa bahan logam dijual kembali, baik aluminium, besi hingga kuningan. Jadi tidak ada limbah di Sentra IKM Logam KIW,” tuturnya.

Ia menjelaskan, secara kelembagaan para pengrajin di Sentra IKM Logam KIW sudah dinaungi oleh Kemenkumham.

Tak hanya itu, Sentra IKM Logam KIW juga dibantu pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Ke depan Sunaryo mengatakan akan mendorong semua pengrajin memasukkan produknya ke e-katalog.

“Sampai sekarang baru 15 persen dari total pengrajin yang memasukkan produknya ke e-katalog. selain itu, pemerintah juga akan mendatangkan mesin Computer Numerical Control (CNC) untuk mengembangkan Sentra IKM Logam KIW,” terangnya.

Adapun data dari Dinas Perindustrian Kota Semarang, pendanaan pemerintah pusat mengucurkan alokasi dana sebesar Rp 28 miliar melalui DAK tahun 2021, untuk menyokong Sentra IKM Logam KIW.

Pasokan dana itu terserap Rp 21 miliar untuk pembangunan dan pengembangan Sentra IKM Logam KIW.

Sementara itu, pertumbuhan IKM di Kota Semarang juga tercatat oleh BPS Provinsi Jateng.

Bahkan IKM tetap melaju meski di tengah keterpurukan sejumlah sektor saat pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu.

IKM juga berperan dalam peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Semarang. Pada 2021 nilai PDRB Kota Semarang atas harga berlaku mencapai Rp 205 triliun lebih.

Secara nominal, nilai PDRB pada 2021 mengalami peningkatan sebesar Rp 16,6 triliun lebih dibandingkan 2020 yang
mencapai Rp 188,7 triliun lebih.

Peranan terbesar dalam pembentukan PDRB Kota Semarang pada 2021 dihasilkan oleh lapangan usaha industri pengolahan termasuk IKM pengolahan logam. Kontribusi industri pengolahan terhadap PDRB bahkan mencapai 28,6 persen lebih.

Sementara itu, Joko Susilo Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, berujar, IKM di Kota Semarang harus terus naik.

Ia juga mengakui jika tidak ada pelaku usaha, perekonomian Kota Semarang tidak akan naik saat pandemi.

Menurutnya pertumbuhan ekonomi pada 2021 disokong oleh para pelaku usaha naik IKM maupun UMKM.

“Laju pertumbuhan perekonomian di Kota Semarang pada 2021 di angka 5,61 persen. Capaian itu jauh dibandingkan tahun sebelumnya yang mengalami perlambatan, bahkan pada 2020 laju perekonomian Kota Semarang mengalami minus 1,85 persen. Untuk itu kami terus mendukung perkembangan bisnis di Kota Semarang lewat berbagai cara,” tambahnya. (Ak/EL)

Leave a Reply