Home Lintas Jateng Sempat terisolir, Jalur Jepara-Karimunjawa Kembali Normal

Sempat terisolir, Jalur Jepara-Karimunjawa Kembali Normal

Batal berangkat kapal Bahari Express yang dijadwalkan berangkat ke Karimunjawa akhirnya ditunda karena cuaca yang buruk dan gelombang laut yang tinggi.

Jepara, 31/1 (BeritaJateng.net) – Aktivitas kapal motor penumpang yang melayani penyeberangan dari Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menuju Pulau Karimunjawa mulai normal, setelah kepulauan tersebut dalam beberapa hari sebelumnya terisolasi akibat jalur penyeberangan berhenti operasi karena gelombang tinggi.

“Cuaca di Perairan Jepara sebelumnya memang tidak mendukung aktivitas di laut, sedangkan hari ini (31/1) kondisi gelombang mulai normal sehingga kapal penumpang bisa beroperasi kembali,” kata Syahbandar Jepara Suripto di Jepara, Rabu.

Ia mengatakan, hari ini (31/1) Kapal Motor Penumpang Siginjai diberangkatkan ke Karimunjawa pukul 06.10 WIB.

Adapun jumlah penumpang yang diangkut, kata dia, sebanyak 260 penumpang serta mengangkut sepeda motor 44 unit, kendaraan roda tiga sebanyak tiga unit, mobil dua unit, dan truk enam unit.

KMP Siginjai, kata dia, juga mengangkut material bangunan dan kebutuhan pokok masyarakat yang totalnya 45 ton.

Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk hari ini (31/1) untuk wilayah perairan Kepulauan Karimunjawa ketinggian gelombang lautnya bisa mencapai 1,5 meter dengan kecepatan angin antara 4-20 knot.

Sementara untuk laut jawa bagian tengah ketinggian gelombangnya bisa mencapai 2 meter dengan kecepatan angin 4-20 knot dan perairan utara Jateng ketinggian gelombangnya bisa mencapai 1,5 meter dengan kecepatan angin 4-20 knot.

BMKG juga menambahkan bahwa wilayah perairan laut jawa bagian tengah, perairan Kepulauan Karimunjawa dan perairan utara Jateng berawan dan berpeluang hujan.

Sementara prakiraan cuaca untuk Kamis (1/2), ketinggian gelombang bisa mencapai 2 meteran, sedangkan kecepatan angin antara 4-20 meteran.

Tingginya gelombang laut juga berdampak pada distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke Karimunjawa menjadi terganggu.

Akibatnya, warga Karimunjawa kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk para pelajar juga sempat tidak berangkat sekolah karena kelangkaan BBM.

Untuk saat ini, para pelajar difasilitasi oleh pemerintah kecamatan setempat beserta Muspika yang sepakat membantu memberikan pelayanan antar jemput para pelajar ke sekolah hingga pulang ke rumahnya. (Bj/El)