Home Headline Sempat Disegel, Kini Swalayan Ramai Manyaran Akhirnya Dibuka Kembali

Sempat Disegel, Kini Swalayan Ramai Manyaran Akhirnya Dibuka Kembali

SEMARANG, 23/6 (BeritaJateng.net) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang akhirnya membuka segel penutupan Swalayan Ramai, Kelurahan Kembangarum, Semarang Barat, Rabu (23/6/2021). Pembukaan segel dilakukan usai petugas Satpol PP Kota Semarang menerima rekomendasi dari Dinas Perdagangan Kota Semarang.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, hasil swab karyawan Swalayan Ramai sudah diterima. Rekomendasi pembukaan segel dari Dinas Perdagangan untuk Swalayan Ramai juga sudah turun.

Namun demikian, dia meminta pihak manajemen swalayan untuk melakukan sterilisasi terlebih dahulu sebelum dibuka.

“Kami minta disemprot disinfektan dulu sebelum beroperasional kembali. Saya berlakukan sama semua mall,” tegas Fajar.

Sementara itu, Owner Swalayan Ramai, Hery Santoso menyampaikan, seluruh karyawan Swalayan Ramai telah menjalani swab test.

Dia memaparkan, awalnya ada karyawan yang keluarganya sedang terpapar Covid-19. Ada pula karyawan yang baru saja menggelar hajatan yang kemudian terpapar Covid-19. Namun karyawan tersebut tidak melapor kepada manajemen sehingga pihaknya tidak mengetahui hingga informasi merebak.

Mengetahui hal itu, pihak manajemen langsung melakukan swab terhadap para karyawan. Ketika dilakukan penutupan, sebenarnya karyawan sedang melakukan swab test secara bertahap. Saat itu, 70 persen karyawan sudah dilakukan swab.

“Saat penutupan, kami sudah mulai swab antigen. Sudah 70 persen karyawan. Yang letahuan positif langsung diliburkan. Kami belum selesai, tahu-tahu sudah digeruduk. Sekarang sudah kami swab semua,” papar Hery, Rabu (23/6/2021).

Hery menyebutkan, ada 92 karyawan di Swalayan Ramai. Seluruhnya telah dilakukan swab test. Dari hasil tes, 12 karyawan terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini, mereka tengah menjalani isolasi baik isolasi mandiri maupun isolasi di karantina terpusat.

“Jumlah yang terpapar 12 orang. Kami minta mereka isolasi semua. Tidak boleh kerja,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hery juga telah menyerahkan hasil swab test negatif karyawan kepada Satpol PP Kota Semarang. Adanya kejadian ini membuat pihak manajemen lebih waspada.

Pihaknya akan memberlakukan tes rutin kepada karyawan supaya kejadian tidak terulang kembali. Dia juga mengimbau seluruh karyawan segera melapor apabila ada keluarga yang sakit dan bisa melakukan isolasi. (Ak/El)