Home Ekbis Semen Indonesia Target Penjualan Meningkat 5-7 Persen

Semen Indonesia Target Penjualan Meningkat 5-7 Persen

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

Jakarta, 23/1 (Beritajateng.net) – PT Semen Indonesia Tbk menargetkan volume penjualan tahun 2015 dapat meningkat sekitar enam persen-tujuh persen menyusul kebijakan pemerintah yang menurunkan harga semen kantong yang diproduksi BUMN sebesar Rp3.000 per sak.

“Diharapkan penurunan harga semen bisa meningkatkan permintaan di tengah komitmen pemerintah yang akan menggenjot pembangunan infrastruktur di Tanah Air,” kata Direktur Utama Semen Indonesia Suparni usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Jakarta, Jumat.

Ia mengharapkan dengan penurunan harga jual semen tidak menyurutkan permintaan konsumsi saat musim hujan yang biasanya cenderung melambat. Dengan demikian, situasi itu tidak memengaruhi kinerja neraca keuangan perseroan pada tahun ini.

“Diharapkan pembangunan infrastruktur pada tahun 2015 lebih besar dari tahun sebelumnya. Kalau kita simak, pemerintah menyiapkan dana infrastruktur sekitar Rp180 miliar, itu harapan yang baik bagi infrastruktur dan akan berdampak baik bagi perseroan,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Suparni mengatakan Semen Indonesia sedang mempertimbangkan untuk menaikkan harga semen curah (bulk) atau semen yang tidak dikemas yang biasa digunakan untuk proyek konstruksi besar.

“Kemungkinan kenaikan semen curah sekitar 4 persen-5 persen,” katanya seraya menambahkan saat ini semen curah memberi kontribusi 30 persen terhadap pendapatan bagi perseroan.

Untuk mendukung kinerja perseroan, Direktur Keuangan Semen Indonesia Ahyanizzaman mengatakan bahwa pihaknya menganggarkan dana belanja modal atau “capital expenditur” (capex) mencapai Rp5-Rp7 triliun pada tahun ini dalam rangka pengembangan, khususnya pembangunan pabrik di Rembang Jawa Tengah dan Indarung Sumatera Barat dengan kapasitas masing-masing sebesar 3 juta ton per tahun.

Saat ini, lanjut dia, kapasitas terpasang Semen Indonesia saat ini sebesar 31,8 juta ton semen per tahun dengan penguasaan pasar domestik sekitar 43 persen.

Ia mengemukakan bahwa pendanaan capex didapat dari kas internal dan pinjaman perbankan.Saat ini Semen Indonesia memiliki fasilitas pinjaman sebesar Rp1 triliun di Bank Mandiri.

“Ini fasilitas ‘stand by loan’ yang bisa kita pakai dalam mendanai dana capex di tahun ini,” ujar dia.(ant/Bj02)

Advertisements