Home Headline Semarang-Belanda Kerjasama Terkait Manajemen Pengolahan Air 

Semarang-Belanda Kerjasama Terkait Manajemen Pengolahan Air 

Semarang-Belanda Kerjasama Terkait Manajemen Pengolahan Air 

Semarang, 22/11 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota Semarang menggandeng pemerintah Belanda melakukan kerjasama untuk menuntaskan permasalahan rob dan banjir di Kota Semarang. Hal ini ditandai dengan penandatangan LOI Kerjasama antara pemerintah Belanda dan Kota Semarang di Polder Banger, Selasa (22/11) siang.

Penandatangan LOI dilakukan oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi dengan Dutch Water Authority, Hans Ooster yang juga merupakan Duta Besar RI untuk kerajaan Belanda dan disaksikan Perdana menteri kerajaan Belanda Mark Rutte, Menteri infrastruktur dan lingkungan kerajaan Belanda Melanie Schultz van Haegen, Duta besar kerajaan belanda untuk Indonesia Asean dan Timor Leste Rob Swartbol, Menteri PUPR RI Dr. Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M. Sc, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan SKPD terkait.

“Polder Banger ini adalah rintisan yang sudah cukup lama (direncanakan,Red.) hampir 7 tahun, dan sekarang rintisan bernama Polder Banger ini telah mendekati kenyataan. Rumah pompa sudah berdiri, pompa sudah ada dan berfungsi, masyarakat sekitar kelurahan Kemijen sudah terbebaskan permasalahan rob dan banjir. Jangan sampai program penuntasan permasalahan rob dan banjir tak hanya sampai disini, mudah-mudahan bisa diteruskan ke wilayah lain, terutama wilayah timur seperti Kaligawe dan Genuk,” ujar Walikota Semarang Hendrar Prihadi.

Menurut Hendi–sapaan akrab Hendrar Prihadi, pihaknya telah menyampaikan kepada Menteri PUPR untuk dapat membantu proses pembangunan dua tanggul agar tidak terkena rob dan banjir. “Pak menteri sudah menyampaikan target penuntasan banjir dua tahun, tentunya butuh keterlibatan banyak pihak,” imbuhnya.

Sementara itu, Dewan Perairan Daerah Belanda, Hans Oosters merasa istimewa dan senang dapat kembali mengunjungi polder banger. “Enam tahun lalu saya berkunjung kesini (polder banger,Red.). Saya merasa bangga karena sekarang polder Banger telah berdiri dan diimplementasikan untuk menuntaskan banjir dan rob, saya harap ini bisa tetap diteruskan,” katanya dalam sambutan.

img-20161122-wa0019Memang pembangunan fisik penting sekali, lanjutnya, tapi tak kalah penting yakni manajemen selanjutnya. “Saya senang bisa mengimplikasikan sistem Belanda di Indonesia mengingat Belanda telah menggunakan ratusan tahun untuk menerapkan sistem polder dalam pengolahan air. Penting sekali pemerintah untuk melibatkan masyarakat dalam pengolahan polder,” imbuhnya.

Menteri infrastruktur dan lingkungan kerajaan Belanda, Melanie Schultz van Haegen menyampaikan bahwa Negara Belanda telah menerapkan pengelolaan air berupa polder yang dinaungi badan pengelolaan air (Water Board) yang memiliki kedudukan yang tinggi setara municipality (walikota). Badan pengelola air sudah ada sejak abad 13 dan dikenal organisasi demokratis tertua di belanda pada Tahun 1850.

“Perdana Menteri Belanda pernah bilang bahwa pengelolaan air selain di Belanda adalah di Kota Semarang, untuk itu jika memang kami bisa membantu tentu akan kami bantu. Saya sangat berterima kasih kepada walikota atas kerjasama yang bagus untuk mencegah banjir,” katanya.

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte menjelaskan pentingnya pencegahan penurunan tanah agar rob dan banjir bisa ditangani. “Memang penting sekali untuk mencegah penurunan tanah agar rob dan banjir bisa ditangani. Penting sekali bukan hanya mendorong ekonomi tapi dalam mendorong kehidupan masyarakat,” katanya. (Bj)