Home Ekbis Semarang Akan Tambah Koridor BRT Tahun 2016

Semarang Akan Tambah Koridor BRT Tahun 2016

Dishubkominfo

Semarang, 24/4 (BeritaJateng.net) – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang menyatakan pembukaan koridor baru BRT (Bus Rapid Transit) Trans Semarang akan dilakukan pada tahun 2016 mendatang.

“Untuk tahun ini, ya, koridor yang sudah ada, sementara belum ada tambahan (koridor baru Trans Semarang, red.),” kata Kepala Dishubkominfo Kota Semarang Agus Harmunanto di sela Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang membahas laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) Wali Kota Semarang terkait akhir tahun anggaran dan akhir masa jabatan.

Menurut Agus, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang 2010-2015, hanya ada penambahan satu koridor baru dari semula tiga koridor menjadi empat koridor Trans Semarang.

“Kan sudah dilakukan penambahan satu koridor (Koridor III yang melayani rute Pelabuhan Tanjung Emas-Sisingamaraja, red.). Kalau untuk koridor-koridor yang baru lagi nanti pada 2016,” katanya.

Pihaknya mengakui memang ada dorongan untuk menambah lagi koridor baru Trans Semarang pada tahun ini dan Dishubkominfo akan mengupayakan untuk menyampaikannya pada pembahasan APBD perubahan.

Jika tidak bisa, lanjutnya, akan dialokasikan pada 2016, apalagi sudah ada pemetaan kawasan-kawasan yang mendesak untuk penyediaan layanan Trans Semarang, seperti Bangetayu dan Tembalang.

“Makanya, penambahan koridor baru pada tahun depan direncakan untuk melayani dua kawasan itu, yakni di kawasan Bangetayu dan Tembalang yang sekarang ini permukimannya kian padat,” ungkapnya.

Ditanya berkaitan dengan pengajuan 140 armada bus ke Kementerian Perhubungan, Agus membenarkan, tetapi melihat kebutuhan dan kemampuan pengelolaan hanya akan diajukan separuhnya sekitar 60-70 armada.

Penghitungan kebutuhan armada baru yang diajukan ke Kemenhub itu, kata Agus, sudah termasuk kebutuhan seiring dengan rencana peremajaan armada Trans Semarang di koridor-koridor yang sudah ada.

“Kami mengukur kemampuan, tidak mungkin kami terima semua (140 armada, red.). Kalau dihitung kebutuhan dari pembukaan dua koridor baru nantinya, ya, butuh sekitar 60-70 armada tambahan,” katanya. (Bj05)