Home Headline Seluruh SMP di Semarang Ditargetkan Lakukan Ujicoba PTM Tahap 2

Seluruh SMP di Semarang Ditargetkan Lakukan Ujicoba PTM Tahap 2

Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMPN 2 Semarang.

SEMARANG, 21/4 (BeritaJateng.net) – Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Semarang sudah berjalan dua pekan sejak 5 April lalu di empat sekolah yakni SMPN 2 Semarang, SMPN 5 Semarang, SDN Pekunden, dan SDN Lamper Kidul 02.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri menyampaikan, hasil evaluasi uji coba PTM selama dua pekan tersebut berjalan lancar, aman, dan tidak menimbulkan klaster baru penularan Covid-19.

Dari hasil evaluasi tersebut, Disdik berencana menambah sejumlah sekolah untuk melakukan uji coba PTM pada tahap dua yang akan dimulai pada 26 April mendatang.

Pada tahap kedua uji coba PTM, Gunawan akan menambah sekolah di setiap kecamatan. Seluruh SMP Negeri diharapkan sudah dapat melakukan PTM mulai 26 April nanti. Sedangkan, SD Negeri akan dipilih setidaknya satu atau dua sekolah per kecamata. Ditambah, beberapa sekolah swasta juga akan dilibatkan dalam uji coba PTM tahap dua.

“Kami harap semua SMP anegeri sudah bisa PTM pada tahap dua. Kalau SD kami pilih satu atau dua SD per kecamatan. Kami sudah ada datanya namun akan kami sampaikam terlebihdahulu ke wali kota,” papar Gunawan, Rabu (21/4/2021).

Uji coba PTM pada tahap dia, sambung dia, diprioritaskan untuk kelas 7 bagi SMP dan kelas 5 dan 6 bagi SD. Kriteria untuk melakukan PTM antar lain guru dan tendil sudah divaksin, sarana dan prasarana memadai, sekolah memiliki SOP protokol kesehatan, dan membentuk satgas Covid-19.

“Sekolah-sekolah yang akan menerapkan tatap muka, saya suruh belajar kepada empat sekolah yang sebelumnya sudah menerapkan tatap muka,” pintanya.

Lebih lanjut, Gunawan menambahkan, empat sekolah yang sudah menerapkan tatap muka diperbolehkan memperbanyak kelas. Artinya yang semula hanya kelas 5 dan 6, bisa ditambah kelas 4.

“Kami sudah ada SOP dan satgas yang memonitor serta memantau agar jangan sampai ada kerumunan. Peserta didik juga tidak ada waktu istirahat,” paparnya. (EL)

Advertisements