Home Hiburan Selfie Berlebihan Kurang Baik

Selfie Berlebihan Kurang Baik

image
Dra. M. Yang Roswita M.si, Dosen Psikologi Unika Soegijapranata Semarang.Foto/Bj06

Semarang,6/1(beritajateng.net)– Berfoto narsis dengan tongsis atau tongkat narsis saat ini sangat marak dan digemari oleh anak-anak muda, mereka mengabadikan foto selfie sendiri atau bersama-sama dengan teman-temannya.
Menurut Dra. M. Yang Roswita M.si, Dosen Psikologi Unika Soegijapranata Semarang mengatakan, seusia mereka masih memiliki keinginan populer, mereka hidup di kelompok atau komunitasnya hingga mempengaruhi popularitas pergaulannya.
Menurutnya, sangat wajar narsis selfie dengan tongsis, karena mereka semakin mudah untuk lebih mendukung keinginannya lebih populer.
image
Selfie

Tak hanya kaum remaja saja yang gemar selfie menggunakan tongsis, kaum tua pun sekarang juga gemar selfie. Mereka akan mengirimnya atau upload ke media sosial mereka masing-masing. “Meskipun selfie menggunakan tongsis sangat membantu dan mudah, alangkah baiknya ketika ingin mengabadikan foto selfie, harusnya memperhatikan kondisi dan situasi sekitar agar tidak mengganggu kenyamanan sekitar, keselamatan juga yang perlu diperhatikan. Dan jangan narsis selfie dengan berpose seronok,” ujarnya.
Segi psikologi narsis berfoto berlebihan sangat kurang baik. Mereka akan menganggap dirinya lebih dari segalanya, mengakibatkan akan lupa siapa dirinya. Ini akan mengakibatkan kepribadian seseorang menjadi kurang baik jika berlebihan, jika selfie ini mereka upload ke sosial media akan memberikan penilaian untuk yang melihatnya.
“Berfoto selfielah sesuai dengan ketentuan kaidah norma yang wajar pada umumnya. Berfoto narsis selfie menggunakan tongsis hanya sebagai perantara dalam menyimpan, mengenang dan kepraktisan yang menggembirakan,” tambahnya. (bj6)