Home Lintas Jateng Selesai Pavingisasi, Jalan Merak Semarang Sudah Dapat Dilalui Kendaraan

Selesai Pavingisasi, Jalan Merak Semarang Sudah Dapat Dilalui Kendaraan

Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau lokasi jalan Merak Semarang

Semarang, 24/1 (BeritaJateng.net) – Jalan Merak kini sudah dapat dilintasi kendaraan seiring dengan sudah dirampungkannya pembangunan jalan tersebut oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang.

Jalan tersebut kini sudah dipasang paving kualitas K-2 (dapat menahan beban hingga 2 ton) dengan warna yang juga cukup mencolok. Selain itu, pot-pot bunga yang dulu di pasang di tengah, juga sudah dibongkar.

“Lebih lapang dan lebih rapi sehingga banyak pengguna jalan yang tidak lagi melintas di Jalan Taman Tawang,” tutur seorang pengendara, Nur Hamzah, Selasa (24/1).

Menurutnya, Jalan Merak sudah dibuat satu arah dari sisi Praoe Lajar menuju polder. Dengan pengaturan ini, maka arus lalu lintas menjadi lebih rapi dan tidak semrawut.

Pemasangan paving berwarna warni juga semakin membuat pengguna jalan yang melintas merasa nyaman. Meski demikian, fungsi Jalan Merak yang dulunya sempat menjadi area city walk, menjadi hilang.

“Tapi ya sejak dulu tidak pernah terwujud program city walk itu. Jadi ya mending dilintasi kendaraan saja,” imbuh seorang warga sekitar, Handayani.

Kepala DPU Kota Semarang Iswar Aminuddin menjelaskan jika pembangunan Jalan Merak seiring dengan permintaan PT KAI yang akan meminta kembali Jalan Taman Tawang. Jalan tersebut sedianya akan dijadikan perluasan lahan parkir Stasiun Tawang.

“Jalan itu kan lahannya PT KAI dan akan diminta kembali. Selama ini memang dipinjam pakai oleh Pemkot Semarang untuk lalu lintas. Karena diminta, maka kami membangun Jalan Merak, kami perbaiki untuk lalu lintas kendaraan,” tukasnya.

Ditambahkan, pembangunan Jalan Merak dilakukan di tahun 2016 dengan anggaran Operational Maintenance (OM). Pasalnya, saat itu PT KAI mendesak agar pada awal tahun 2017 ini, pembukaan lahan parkir di Taman Tawang sudah dapat dilakukan seiring dengan pertambahan pengunjung stasiun.

Iswar menambahkan, nantinya Jalan Merak akan ditambah dengan pohon peneduh agar tidak nampak gersang sekaligus ditambah street furniture. Hal itu disebabkan, Jalan Merak masih masuk dalam kawasan Kota Lama sehingga pembangunannya harus mengacu pada kaidah kepariwisataan.

“Nanti akan kami hias dengan street furniture agar lebih indah sekaligus mendukung program kedatangan wisatawan di Kota Lama,” pungkasnya. (El)

Advertisements