Home Headline Selama Pandemi Banyak Siswa SMP di Blora Putus Sekolah

Selama Pandemi Banyak Siswa SMP di Blora Putus Sekolah

BLORA, 29/3 (BeriaJateng.net) – Libur sekolah karena pandemi covid 19, membuat sejumlah siswa di Blora putus sekolah.

Yeni Kurniawati, salah seorang guru yang membidangi kurikulum di SMPN 1 Todanan, Blora menyebut anak didiknya yang putus sekolah akibat pandemi jumlahnya mencapai 9 siswa.

“Iya benar (putus sekolah), mulai dari tahun ajaran ini. Berarti mulai dari Juli sampai hari ini,” ucap Yeni Kurniawati , Senin (29/3/2021).

Sembilan siswa tersebut terdiri dari kelas 7 ada dua orang, kelas 8 ada lima orang dan kelas 9 ada 2 orang. Dengan rincian 5 siswi dan 4 siswa.

“Untuk kelas 9, yang putus sekolah ada dua orang, yang satu menikah, yang satunya merantau ke Jakarta,” jelasnya.

Sedangkan untuk peserta didik kelas 8, tiga siswi disekolahkan oleh orang tuanya ke pondok pesantren.

“Untuk yang kelas 8, yang dua orang itu kabar-kabarnya ikut punk, jadi dia itu jarang pulang ke rumah, kami juga sudah ke rumahnya, ada satu yang tidak ikut orang tua mungkin orang tuanya merantau entah ke mana, dan menurut keterangan teman-temannya ikut punk, ‘sering ikut bis-bis, truk-truk pakai pakaian punk’,” tuturnya.

Sementara untuk kelas 7, seorang siswa memilih ikut pindah orang tuanya ke suatu tempat. Dan satunya lagi memang sudah tidak berkeinginan untuk melanjutkan sekolah.

“Berhubung pembelajaran jarak jauh dan tidak mau mengerjakan tugas dan kami sudah melakukan pendekatan ternyata dia memang tidak mau sekolah,” terangnya.

Dikatakan Yeni, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah anak didiknya agar tidak putus sekolah. Sebab data mereka sudah dimasukkan ke Dapodik (Data Pokok Pendidikan).

Namun, berhubung usahanya tidak membuahkan hasil, maka pihaknya memanggil wali murid untuk menandatangani surat pernyataan menarik peserta didik dari sekolah.

“Sehingga data mereka dikeluarkan dari dapodik sesuai dengan pernyataan hitam di atas putih,” jelasnya.

Selain itu, Yeni mengaku sudah melaporkan adanya 9 siswa yang putus sekolah ke Dinas Pendidikan Kabupaten Blora untuk segera ditindaklanjuti.

“Alasan kami memberitahukan adanya siswa yang putus sekolah, agar sekolah segera dibuka,” pungkasnya. (Her/El)