Home Hukum dan Kriminal Selama 2016, eLSA Catat 20 Masalah Kebebasan Beragama

Selama 2016, eLSA Catat 20 Masalah Kebebasan Beragama

Selama 2016 eLSA Catat 20 Masalah Kebebasan Beragama

SEMARANG, 17/1 (BeritaJateng.net) – Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) mencatat ada 20 masalah kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) di Jateng selama 2016. Dari jumlah itu, 16 kasus di antaranya masuk kategori intoleransi, empat kasus lainya dugaan tindakan pelanggaran KBB.

Direktur eLSA, Tedi Kholiludin mengatakan, tiap laporan yang dibuatnya ini dimaksudkan untuk mengetahui apa peristiwa yang dilaporkan masuk tidaknya kategori dugan pelanggaran kebebasan beragama.

“Secara keseluruhan dugaan tindakan pelanggaran KKB ada 20 kasus. Di Jateng, hasil pemantauannya, ada peningkatan eskalasi soal penolakan terhadap Ahmadiyah, Syiah, dan pembangunan gereja,” kata Tedi, Senin (16/1/2017).

Kelompok penolaknya ada dalam hierarki ideologi yang sebangun, mereka masuk dalam kategori konsisten. Gerakan itu dilirik publik karena ada pengerahan massa. Contohnya, penolakan Ahmadiyah di Kendal.

Karenanya, proses advokasi terhadap korban pelanggaran kebebasan beragama harus melibatkan pendekatan lain. Guna meminimalisasi terjadinya intoleransi, eLSA merekomendasikan kepada bupati/wali kota untuk melakukan penguatan kapasitas aparatur negara, terutama dalam perspektif hak asasi manusia. Dengan demikian, perspektif ini diharapkan dapat menekan pelanggaran yang dilakukan aparat pemerintahan.

Kepada penganut agama atau kepercayaan, diperlukan adanya keterbukaan untuk menunjukkan jati diri agama atau keyakinan sebenarnya. Ini supaya kasus pemaksaan pendidikan agama tidak terulang lagi.

“Semua pihak juga harus memahami arti pentingnya toleransi dan nondiskriminasi. Ini penting digaungkan lagi agar tolak menolak, serang menyerang di masa mendatang,” jelasnya. (WR/EL)

Advertisements