Home Lintas Jateng Sekolah ‘Amini’  Keputusan Menteri Anis Baswedan Terkait UAN

Sekolah ‘Amini’  Keputusan Menteri Anis Baswedan Terkait UAN

Sujito Kepsek SMPN 2 Jaten

Karanganyar, 5/2 (BeritaJateng.net) – Kebijakan yang ditentukan oleh  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kebudayaan Anies Baswedan yang tidak lagi menjadikannya Ujian Nasional (UN) sebagai tolak ukur kelulusan diamini oleh pihak sekolah.

Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN II) Jaten Karanganyar, Sujito memastikan akan mengikuti segala kebijakan yang telah di tentukan oleh pemerintah pusat. 

Sujito, mengaku seandainya  kebijakan UN yang tidak lagi dijadikan standart penentuan kelulusan siswa.   Sedangkan pihak sekolah di berikan kewenangan penuh untuk kelulusan siswanya. Pihak sekolah tidak merasa keberatan.   

“Sebelum ada standart kelulusan yang ditentukan oleh UN  sekolah sejak dulu  yang menentukan. Ndak ada masalah sebenarnya,” jelasnya ketika ditemui di kantornya Kamis (5/1/2015). 

Sebetulnya terang Jito pihak sekolah dalam hal ini guru yang lebih memahami seperti apa kemampuan dan standart masing-masing siswanya. Mereka, murid tumbuh dan berkembang di bawah pengawasan guru selama proses belajar mengajar. 

“Dalam hal ini kelulusan masing-masing  siswa ditentukan oleh empat ketentua. Pertama sudah menyelesaikan seluruh pembelajaran, kedua memperoleh nilai minimal baik pada nilai akhir untuk seluruh mata pelajarana, ketiga lulus ujian sekolah, dan dan terakhir lulus unas,” terangnya.

Jadi lanjut Sujito dalam  menentukan kelulusan siswa  bukan ditinjaiu dari segi segi materi yang diujikan. Naun juga faktor pendukung lain yang bisa dijadikan untuk  menentukan kelulusan siswa itu sendiri.

Meski UN sudah tidak dijadikan lagi sebagai satndart tingkat kelulusan sekolah masih tetep menggenjot siswanya untuk latihan soal, try out bahkan memberitah tambahan jam pelajaran kepada murid jelang ujian.

“Karena siswa masih perlu banyak latihan soal untuk masuk  masuk ke jenjang sekolah yang lebih tinggi,” tegasnya. 

Bahkan Jito juga mengaku saat ini dirinya sedang ada tamu dari Diknas Karanganyar yang sedang memberikan sosialisasi terkait keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kebudayaan Anies Baswedan yang menyebutkan UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan siswa.

“Namun saya belum berani berkomentar banyak. Kita sedang menunggu Prosedur Operasional Standrat (POS) Unas. Sebab aturannya ada dalam POS tersebut,” pungkasnya. (BJ24)

Advertisements