Home Headline Sejumlah Masjid di Blora masih Nekat Gelar Shalat Ied

Sejumlah Masjid di Blora masih Nekat Gelar Shalat Ied

BLORA, 20/7 (BeritaJateng.net) – Sejumlah masjid di Kabupaten Blora masih banyak yang nekat menggelar sholat Ied Idul Adha.

Padahal Kementrian Agama sebelumnya telah memberikan sosialisasi adanya Surat Edaran (SE) Menag No. 17 Tahun 2021 tentang peniadaan sementara peribadatan di Masjid saat Hari Raya Idul Adha.

Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Blora Suhadi, mengungkapkan Indikasi masih banyak masjid yang menggelar sholat Ied, berdasarkan laporan pelaksanaan Sholat Jumat di masjid tersebut.

“Dasar kami Jumat kemarin. Masjid masih gelar jumatan, berarti ada indikasi pelaksanaan Idul Adha dan itu sudah saya sampaikan ke Polres sebagai informasi, tembusan Bupati dan Kakanwil Kemenag Jateng,” kata Kepala Kemenag Blora, Suhadi, Selasa (20/7).

Meski terindikasi banyak, Namun sejauh Ini Pihaknya belum menerima data jumlah masjid yang nekat menggelar sholat Ied.

“Jadi prediksi saya yang kemarin menggelar jumatan, hari ini tidak menggelar Ied. Tapi ada juga yang kemarin gelar jumatan hari ini, menggelar Ied, karena setelah jumatan kemarin kita terus sosialisasikan ke pengurus masjid. Tapi kami belum bisa informasikan jumlahnya. Karena ada 800 masjid di Blora ini, jadi In Shaa Allah baru sore,” ucapnya.

Lebih lanjut, Suhadi mengungkapkan, meski masih banyak masjid yang nekat menggelar Sholat Ied, namun pihaknya bersyukur penerapan protokol tetap berjalan.

“Ini saya keliling monitoring masjid. Semua kelihatannya aman. Yang memaksa gelar Ied mereka sadar Prokes. Jaga jarak dan ada tempat cuci tangan,” pungkasnya

Sementara itu, hasil pantauan di lapangan, Salah satu masjid yang menggelar Sholat Ied adalah masjid Ar Rahman, di Kelurahan Kunden.

Meski nekat menggelar Sholat Ied, namun Protokol kesehatan tetap dijalankan. Warga yang datang ke Masjid wajib memakai masker, Suhu diatas 37 derajat diminta pulang dan dilakukan penyemprotan dengan disinfektan.

“Kami akan perketat untuk shlolat Id dimasjid Perumda. Warga yang baru pulang dari luar kota tidak kami perbolehkan, termasuk anak kami yang pulang H-1 pelaksanaan Sholat Id. Dan jika suhunya diatas 37, kita minta balik,” jelas Suyatno, salah satu takmir masjid.

Aparat Kepolisian juga terpantau berjaga di lokasi untuk memastikan penetapan Prokes. (Her/El)