Home Nasional Sebanyak 91 Nasi Tumpeng Peringati Harlah NU ke-91

Sebanyak 91 Nasi Tumpeng Peringati Harlah NU ke-91

Sebanyak 91 nasi tumpeng, didoakan dan dibagi bersama di Hari Lahir (Harlah) NU ke-91 yang diperingati di Hotel Pandanaran, Kota Semarang.
SEMARANG, 01/02 (BeritaJateng.net) – Sebanyak 91 nasi tumpeng, didoakan bersama para Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama untuk memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-91 Nahdlatul Ulama (NU) yang diadakan di Hotel Pandanaran, Kota Semarang, Selasa (31/01/2017) malam. Gelaran acara Harlah NU ke-91 tersebut ialah berupa khatmil Quran, tahlil bersama, potong 91 tumpeng, bakti sosial nasi tumpeng dan refleksi oleh para tokoh.
Sebagai organisasi Islam terbesar di dunia, NU yang memasuki usia ke-91 memang pantas disebut sebuah organisasi yang termasuk sudah tua. Maka dari itu, diharapkan jemaahnya dapat mengambil hikmah, dengan bersikap dewasa dalam segala hal. Selain itu, NU sebuah organisasi Islam yang menegakkan paham ahlussunnah wal jama’ah, memiliki tugas besar menjaga identitas Islam Nusantara dengan tetap mengawal keutihan NKRI.
Menurut ketua panitia Harlah NU ke-91 PC NU Kota Semarang, Agus Fathuddin Yusuf menyampaikan bahwa pada acara tersebut sebanyak 325 tokoh-tokoh dari lintas profesi di Kota Semarang diundang.
“Para kyai, Habib, TNI, Polri, Pemerintah dan seluruh santri berkumpul bersama dalam Harlah NU ini. Untuk 91 tumpeng yang kita siapkan ini, sebagai simbol rasa syukur kami atas Harlah NU yang menginjak usia ke-91. Jumlahnya, memang hanya sengaja kita sesuaikan dengan Harlah NU. Tumpengnya pun, disiapkan sendiri-sendiri tanpa harus mengajukan permohonan,” jelas Ketua Panitia, Agus Fathuddin Yusuf disela acara Harlah NU ke-91.
Dengan peringatan Harlah NU ke-91 ini, lanjut Agus Fathuddin, dapat menjadi moment yang sesuai untuk selalu menggalangkan kedamaiaan antar sesama manusia, tanpa harus membeda-bedakan. Selain itu, NU sendiri juga berharap dapat ikut menjadikan negara Indonesia meraih cita-citanya.
“Kita berharap di harlah (hari lahir) NU ini, tentu kedepan Indonesia seperti yang kita cita-citakan menjadi negara yang aman, damai, makmur sehingga tidak terjadi seperti sekarang ini, gejala-gejala mau membesar besarkan perbedaan. Padahal menurut NU yang namanya perbedaan itu adalah sunnatullah yang sudah dicatat di Al-Quran, bahwa seluruh manusia yang hadir di muka bumi ini memang ditakdirkan berbeda,” katanya.
Sebanyak 91 nasi tumpeng yang didoakan bersama dan dibagikan bersama itu, sebagai hadiah NU kepada bangsa Indonesia. Nasi tumpeng yang bahkan jumlahnya melebihi target yang diharapkan, dinamakan tumpeng kebangsaan. (ED/EL)
Advertisements