Home Headline Sebanyak 557 Warga Mengungsi Akibat Tanah Bergerak

Sebanyak 557 Warga Mengungsi Akibat Tanah Bergerak

Banjarnegara, 26/12 (Beritajateng.net) – Sebanyak 557 warga Dusun Slimpet terpaksa mengungsi pada malam hari dan saat hujan deras karena tanah bergerak terus terjadi di wilayah itu, kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarnegara Catur Subandrio.

“Dusun Slimpet, Desa Tlaga, Kecamatan Punggelan, merupakan salah satu daerah di Banjarnegara yang terancam longsor dan tanah bergerak. Hingga saat ini, gerakan tanah masih sering terjadi terutama saat hujan deras,” kata Catur di Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat.

Selain Dusun Slimpet, kata dia, tanah bergerak juga terjadi di Desa Kertosari, Kecamatan Kalibening, sehingga warga setempat sempat mengungsi.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa saat ini, warga Desa Kertosari telah kembali ke rumah masing-masing.

“Akan tetapi jika terjadi gerakan tanah, mereka akan segera mengungsi ke tempat yang aman,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memasang alat deteksi dini tanah longsor atau “landslide early warning system” (LEWS) di Desa Tlaga dan Kertosari.

Menurut dia, peralatan tersebut sengaja dipasang di Tlaga dan Kertosari lebih dulu karena dua desa itu merupakan daerah paling rawan bencana tanah longsor.

Terkait penanganan longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Catur mengatakan bahwa hingga saat ini, wilayah tersebut masih dijaga personel BPBD Banjarnegara, TNI, dan tim “search and rescue” (SAR) meskipun proses evakuasi telah berakhir sejak tanggal 21 Desember 2014.

“Sampai sekarang, tim gabungan masih menyingkirkan barang-barang dari lokasi longsor. Tim juga mengamankan kondisi jalan setempat yang sebetulnya sudah dapat dilewati,” katanya.

Akan tetapi jika hujan, kata dia, masyarakat disarankan untuk tidak melintasi jalan yang sempat tertimbun longsor itu karena material longsoran masih kerap turun sehingga jalannya menjadi licin.

Bencana tanah longsor yang melanda Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, pada hari Jumat (12/12), sekitar pukul 17.30 WIB, menimbun sekitar 35 rumah dengan jumlah warga Dusun Jemblung yang tertimbun longsor diperkirakan mencapai 108 orang.

Jumlah tersebut belum termasuk warga luar Dusun Jemblung yang kebetulan melintas saat bencana itu terjadi.

Hingga hari terakhir operasi pencarian korban longsor, Minggu (21/12), sebanyak 95 jenazah berhasil ditemukan, 64 orang di antaranya dapat diidentifikasi sebagai warga Dusun Jemblung.

Sementara pada hari Kamis (25/12), personel BPBD Banjarnegara bersama Tim SAR dan masyarakat menemukan dua jenazah di lokasi longsor Dusun Jemblung.

Jenazah laki-laki dan perempuan itu ditemukan di dalam mobil yang hendak mereka angkat dari lokasi longsor. (ant/BJ)

Advertisements