Home Headline Sebagian Warga Menolak Pembangunan Waduk Logung

Sebagian Warga Menolak Pembangunan Waduk Logung

dok. beritajateng.net
image
Bentuk protes warga atas pembangunan waduk logung

Kudus, 8/1 (Beritajateng.net) -Dimulainya proses pembangunan Waduk Logung ternyata tidak membuat semua warga senang. Fakta dilapangan, ada sejumlah warga yang menilai bahwa pembangunan waduk yang membutuhkan lahan seluas 196 hektare ini terlalu dipaksakan.

Sebagai bentuk protes yang dilakukan warga untuk menolak pembangunan waduk yang rencananya akan didirikan di perbatasan Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe dan Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo adalah melakukan corat-coret jalan menggunakan cat semprot.

Salah satu fakta yang terlihat di lapangan saat Beritajateng.netmenuju desa Kandangmas adalah adanya kalimat yang ditulis menggunakan cat semprot warna putih yan berbunyi ”Proyek Wak Logung Proyek yang Dipaksakan’.

Seperti diketahui, proyek sarana pengairan yang sudah direncanakan sejak tahun 1970-an ini memang sempat terkatung-katung. Pasalnya, pembangunan proyek yang membutuhkan lahan seluas 196 hektare ini sebagian besar adalah lahan milik warga.

Tim independen yang ditunjuk pemerintah untuk menaksir harga tanah milik warga di dua desa yang saling berbatasan ini, dilakukan oleh Sucofindo.

Setelah dilakukan survey oleh perusahaan inspeksi tersebut, lahan datar harganya dipatok Rp 31.000 sedang lahan miring dipatok Rp 28.000 per meter persegi.

Sebelum Pemkab Kudus memutuskan menempuh jalur konsinyasi atau ganti rugi paksa melalui Pengadilan Negeri (PN) Kudus dilakukan akhir 2014 lalu, sebagian pemilik lahan memang menolak melepaskan hak miliknnya dengan pertimbangan uang pengganti terlalu rendah.

Data yang ada dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cikataru) Kudus sebagai panitia pembebasan lahan menyebutkan, karena tahun 2014 adalah batas akhir pembebasan lahan, akhirnya ditempuh jalur konsinyasi dengan pertimbangan pembangunan Waduk Logung bisa segera dimulai.

Kabar yang diterima Beritajateng.net di lapangan menyebutkan, agenda sidang penetapan konsinyasi akan digelar di PN Kudus, Jumat (9/1).

Sidang yang agenda utamanya memeriksa proses penawaran yang sudah dilakukan oleh Pemkab Kudus ini, kemungkinan akan dihadiri puluhan warga yang keberatan melepaskan lahan miliknya.

Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Korban Embung Logung (Forkomakembung), Harjono, dihubungi melalui sambungan telepon mengatakan, dia akan mendampingi warga yang menolak melepaskan lahan melihat proses sidang di PN Kudus. Walau warga menolaknya, menurutnya mereka tidak akan melakukan keributan atau perbuatan yang tidak terpuji.

”Kalau memang aspirasi sebagian pemilik lahan tidak diterima, kami memilih akan melakukan gugatan perdata atau ke PTUN. Tergantung kondisinya nanti bagaimana, kita belum bisa memastikannya,” tandasnya. (BJ12)

Advertisements