Home Headline Satpol PP Bongkar Bangunan PKL

Satpol PP Bongkar Bangunan PKL

image

Semarang, 22/4 (BeritaJateng.net) – Sebanyak 25 bangunan Pedagang Kaki Lima (PKL) permanen yang berada di kelurahan Brumbungan, Semarang Tengah dibongkar petugas Satpol PP Kota Semarang, Rabul, (22/4).

Pembongkaran dilakhkan karena, bangunan tersebut berdiri pada tempat larangan yakni berada diatas saluran air.

Berdasarkan pantauan dilapangan terlihat pembongkaran berjalan lancar lantaran pemilik bangunan PKL pasrah melihat bangunan tersebut dibongkar petugas petugas Satpol didampingi petugas dari pengaman dari Polsek Semarang Tengah dan Koramil. Selain itu sebuah Begu milik Dinas PSDA dan ESDM Kota Semarang diterjunkan dilapangan untuk merobohkan bangunan PKL tersebut.

Pemilik Bangunan PKL, Hantoro mengakui pasrah saat petugas membongkar PKL nya yang sudah ditempati sejak puluhan tahun lalu. Hanya saja, pihaknya mengakui sosialisasi yang dilakukan oleh petugas sangat terlalu dekat.

“Memang kemarin sudah ada sosialisasi dari petugas Maret lalu. Kalau menurut saya terlalu mepet banget,” ungkapnya.

Lanjutnya mengatakan, dirinya menempati PKL tersebut sudah 20 tahun. Bahkan, hasil pendapatan yang diperoleh dari penjualan bensin serta kelontong percetakan mampu membeli sebuah rumah di wilayah Klipang.

“Saya juga bisa menabung setiap bulan Rp 5 juta dan mencukupi keluarga saya. Tapi setelah tempat saya dibongkar, nantinya juga kurang tahu. Nyari tempat lain lagi atau bagaimana saya belum tahu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro P Martanto mengakui sebelum melakukan pembongkaran telah dilakukan sosialisasi kepada para pemilik PKL. Bahkan, sosialisasi yang dilakukan juga bersifat tertutup yakni memberikan surat kepada para pemilik PKL dan sosialisasi terbuka yakni mengundang PKL ke kantor Satpol.

“Mereka kami undang. Sosialisasi ini sudah kami lakukan sejak bulan kemarin. Memang dalam rencana, saluran ini akan dinormalisasi oleh PSDA supaya saluran ini lancar. Sebab, dari aduan masyarakat juga, saluaran ini tidak lancar dan kerap menimbulkan genangan air hingga meluber kejalan raya ini,” terangnya.

Diakuinya, sebelum melakukan pembongkaran juga telah gencar dilakukan peringatan kepada pemilik bangunan. Bahkan dalam waktu tiga hari sebelum melakukan pembongkaran, pihak petugas Satpol PP juga ikut membantu melakukan pembongkaran bangunan yang melanggar Perda nomor 11 tahun 2000 tentang pengaturan pedagang kaki lima.

“Para pemilik bangunan juga menyadari akan melakukan pembongkaran sendiri. Pada hari sebelum pembongkaran kami melakukan pemutusan saluran listrik dan telah berkoordinasi dengan PLN. Memang setelah batas toleransi masih ada satu bangunan yang berdiri, namun tetap kita tindak tegas dengan cara humanis. Petugas kita membantu membongkar dan mengantar berkakas yang masih ada untuk diantar pad pemiliknya di Gayamasari,” terangnya.

Pihaknya menambahkan, selain di lokasi jalan Karanganyar tersebut, pihaknya juga akan melakukan penertiban pada bangunan PKL yang menyalahi aturan. Menurutnya, yang menjadi tempat sorotan yakni wilayah di Tembalang.

“Nantinya sepanjang jalan Undip Tembalang sepanjang jalan Prof Sudarto juga akan kita perketat. Sebab aturan PKL itu kan ada jam tayangnya mulai pukul 16.00 -23.00 dan setelah itu harus bersih. Namun kenyataan dilapangan, bangunan itu permanen dan sering menjadi tempat hunian pemiliknya,” pungkasnya. (Bj05)