Home Headline Satpol Kembali Segel Karaoke Liar di Kawasan MAJT

Satpol Kembali Segel Karaoke Liar di Kawasan MAJT

11
Satpol Segel Karaoke Liar di Kawasan MAJT

SEMARANG, 10/10 (BeritaJateng.net) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang kembali melakukan penyegelan karaoke liar di sekitaran Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kamis (10/10/2019).

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, penyegelan tersebut sebagai tindak lanjut aduan dari pemilik lahan, yakni Ibu Anggoro yang tidak berkenan berdirinya hiburan karaoke di lahan tersebut.

“Kita kerahkan kurang lebih ada 50 personil Satpol PP untuk melakukan penyegelan hari ini,” katanya.

Lebih lanjut, Fajar mengungkapkan, penyegelan tersebut dilakukan oleh Satpol PP Kota Semarang setelah menerima surat rekomendasi dari Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang.

“Sebelumnya juga sudah dilayangkan Surat Perintah Pembatasan Kegiatan Pembangunan (SP3) No.540/2540/2019 tanggal 26 September yang ditujukan kepada pengelola bangunan karaoke,” ungkapnya.

Untuk langkah selanjutnya, Fajar mengungkapkan, rencana pembongkaran tempat hiburan karaoke liar tersebut akan dilakukan pada Kamis (24/10/2019) mendatang.

“Hari ini sudah kami segel dan sudah sesuai dengan aturan yang ada, tinggal nanti kita lakukan pembongkaran pada hari kamis tanggal 24 Oktober,” imbuhnya.

Sebelumnya, pemilik lahan karaoke MAJT, Ibu Anggoro (51) mengungkapkan, pihaknya sepenuhnya menyerahkan pembebasan lahan tersebut ke Pemerintah Kota Semarang, melalui Satpol PP Kota Semarang.
“Untuk masalah pembongkaran, saya selaku WNI mengikuti prosedur yang ada,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Anggoro menjelaskan, bahwa luas tanah miliknya yang di jadikan sebagai tempat hiburan karaoke sekitar 3000 meter persegi.
“Luas tanah kurang lebih ada 1,5 hektare, dan yang ditempati kurang lebih ada 3000 meter persegi, dan jika dihitung ada sekitar 7 bangunan karaoke yang menempati tanah itu,” ungkapnya.

Dengan keberadaan karaoke liar tersebut, Anggoro juga mengungkapkan pihaknya tidak menyetujui tanah miliknya digunakan oleh oknum untuk mendirikan karaoke liar tersebut.
“Harapan kami pemilik tanah, karaoke-karaoke itu bisa segera dilakukan pembongkaran, sehingga kami juga bisa memanfaatkan lahan tersebut,” imbuhnya. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × two =