Home Hukum dan Kriminal Satgas TMMD Bongkar Warung yang Diduga Jual Miras

Satgas TMMD Bongkar Warung yang Diduga Jual Miras

DEMAK, 26/5 (BeritaJateng.net) – Satgas TMMD REG 96 TA.2016 bersama warga Trengguli Demak mengeksekusi warung yang menghalangi jalan masuk gapura desa Trengguli menuju lokasi TMMD. Warung itu, diduga menjual minuman keras dan prostisusi.

Pembongkaran tersebut sesuai hasil musyawarah yang dilakukan masyarakat dengan pihak-pihak tertentu. Mereka sepakat melakukan eksekusi dan mendesak agar pemilik warung menutup dan membongkar tempat usahanya.

Demikian disampaikan Kepala Desa Trengguli M.Subki didampingi Ulama KH.Muklas Sirodj, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta lapisan masyarakat lainnya melalui Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Trengguli, di sela-sela aksi pembongkaran kepada wartawan.

Danramil 03/wonosalam Kapten Inf Rustiyanto, didampingi Babinsa Trengguli Serda Seger, mendukung seutuhnya eksekusi warung yang menghalangi pemandangan jalan menuju desa itu.

Apalagi warung tersebut tidak memiliki surat izin usaha perdagangan (SIUP), warga semakin gampang untuk mengeksekusi warung milik AS. Sebab, warung tersebut sangat mengganggu warga saat sedang menyeberang jalan karena ketutup warung tersebut sehingga sering terjadi kecelakaan, akan tetapi pihak desa tidak terus semena mena pihak yang di bongkar mendapat ganti rugi.

“Hal ini perlu ditinjau ulang terkait kepemilikan warung yang berdiri di tepi jalan dan sungai sepanjang jalan Trennguli-Demung yang menurut kami izin tidak di berikan karena saluran air itu untuk irigasi warga dan sangat mengganggu aktifitas warga,” ujar M.Subki.

Sementara itu pihak yang punya warung AS, menyetujui dengan pembongkaran tersebut dan sekaligus meminta maaf atas dibangunnya warung tersebut dan dia berterima kasih telah di bantu pak TNI khususnya Satgas TMMD.

“Kami berterima kasih telah dibantu untuk pembongkaran, karena untuk memindahkan warung ketempat yang telah di setujui saya tidak mengeluarkan biaya,” ujar AS.

Pihak TNI khususnya Satgas TMMD membantu warga hanya tenaga saja untuk saran dan koordinasi lebih lanjut diserahan kepada pihak aparat desa.

“Kami dimintai pak Kades untuk membongkar dan yang punya warung juga menyetujui untuk di bongkar, jadi tidak ada masalah kedepan,” ungkap Danramil 03/Wonosalam saat di tempat pembongkaran.(*/BJ)