Home News Update Santri Harus Paham Bahaya Islam Radikal

Santri Harus Paham Bahaya Islam Radikal

607
Ketua Umum PBNU, Said Agil Siraj saat menjadi pembiacara dalam Seminar Harlah NU ke 94 yang digelar PCNU Kendal.
          KENDAL, 12/4 (BeritaJateng.net) — Ketua PBNU, Said Agil Siraj mwngajak warga NU agar melawan gerakan Islam radikal dan terorisme. Sebab, keduanya bisa berdampak pada perpecahan persatuan dan kesatuan bangsa.
          Caranya salah satunya, yakni dengan membekali santri di pondok pesantren akan bahaya gerakan Islam Radikal dan Terorisme. Sehingga para santri kelak tidak terjerumus dalam gerakan Islam Radikal yang berujung pada terorisme.
           Selain itu santri harus dipahamkan akan Islam sebagai agama yang damai. Bahwa Nabi Muhammad SAWmendakwahkan Islam dengan cara yang santun dan damai. “Terorisme dan isu SARA sangat berbahaya, karena bisa memecah belah bangsa sehingga harus dilawan,” tegasnya.
          Mendirikan negara Islam tidak pernah dicontohkan oleh nabi Muhammad. Malah menurutnya, sekalipun Nabi Muhammad adalah pembawa agama Islam yang terjadi justru sebaliknya. “Muhammad justru mendirikan negara dimana didalamnya terdiri dari berbagai agama, suku dan budaya yang berbeda-beda,” jelasnya.
          Hal itu terbukti ketika Nabi Muhammad membuat piagam madinah. Dimana semua orang baik  Yahudi, Nasrani, Islam dan semua warga yang tinggal di Madinah memiliki hak dan kewajiban yang sama.
          Jadi piagam Madinah menurutnya adalah cara nabi untuk menyatukan warga madinah yang memiliki latar belakang yang berbeda dari berbagai lintas agama, suku dan budaya. “Sistem kenegaraan yang dibangun nabi adalah Kewarganegaran, bukan keagamaan,” jelasnya.
         Islam juga tidak pernah menyontohkan cara berdakwah dengan cara yang anarkis, radikal lebih-lebih menggunakan teror bom. Islam, lanjut Said, adalah agama yang penuh mengajarkan kedamaian, kasih sayang. Makanya nabi selalu berdakwah dengan cara yang santun.
           Jadi jika Islam didakwahkan dengan kekerasan, anarkisme ataupun radikal hal itu justru keluar dari ajaran Islam. “Tidak akan ada yang mau dengan Islam. Makanya harus dengan cara yang santun dalam mendakwahkannya,” tambahnya.
             Hal senada dikatatakan Ketua PCNU Kendal, KH Danial Royyan. Ia mengatakan, pihaknya akan menggelar acara diklat kebangsaan. Tujuan diklat untuk mencegah terorisme, yang kini sudah masuk di Kendal.  “Kami akan menugaskan lima orang di tiap kecamatan, yang tugasnya mensosialisasikan dan mencegah radikalisme,” ujarnya. (sty/el)