Home News Update Sampah Menumpuk, Akibatkan Talud Jebol

Sampah Menumpuk, Akibatkan Talud Jebol

IMG_3843
Sampah menumpuk di saluran Air mengakibatkan tanggul jebol. foto/Bj19

Kendal, 20/1 (Beritajateng.net) – Pasca jebolnya talud pembatas aliran sungai Aji yang terjadi Senin (19/1) malam lalu di desa Plantaran Kaliwungu selatan menyebabkan sampah menumpuk di sepanjang aliran sungai tersebut. Bukan hanya itu saja, tumpukan sampah juga menimbulkan bau busuk yang menyengat. Selasa (20/1) kemarin.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kendal itu, mengakibatkan tanggul talud pembatas aliran sungai aji di Plantaran Kecamatan Kaliwungu Selatan jebol. Akibatnya, luapan air aliran sungai tersebut meluap dan meluber hingga di sepanjang jalan depan Pasar Gladag.

Evrina (34) salah seorang warga setempat mengaku jebolnya talud pembatas aliran sungai, disebabkan adanya tumpukan sampah dan sedimentasi tanah yang mengendap sangat tebal.

“Hampir tiap tahun, memasuki musim penghujan daerah kami sering dilanda banjir. Pasca banjir sampah-sampah selalu menumpuk dan menimbulkan bau tidak enak,” ujarnya.

Dikatakannya, imbas dari tumpukan sampah yang memenuhi sepanjang aliran sungai itu, terkadang mendatangkan bibit penyakit, salah satunya banyak nyamuk. Seharusnya sedimen lumpur dan sampah yang menumpuk sudah saatnya di lakukan pengerukan.

“Sudah hampir 3 tahun ini, tidak ada respon pemerintah maupun upaya normalisasi sungai. Apalagi pengerukan endapan lumpur yang setiap hari semakin tebal,”katanya.

Senada dikatakan Sulistyowati (58), jika dahulu setiap satu tahun sekali sungai ini dilakukan pengerukan. Jadi tiap menghadapi musim penghujan, masyarakat sudah siap dan waspada jika sewaktu-waktu ada bencana banjir.

“Dahulu pemerintah rajin melakukan pengerukan di sepanjang aliran sungai aji ini.  Sekarang ini kondisinya jauh sangat berbeda,” akunya.

Sementara itu, Budi Santoso (52) salah seorang pegawai Dinas Bina Marga dan Pengairan Kendal yang kebetulan dijumpai di lokasi jebolnya talud tersebut. Dia mengatakan kendala yang dihadapi dalam menjaga aliran sungai ini yakni tentang banyaknya sampah yang menumpuk.

“Kesadaran masyarakat akan kebersihan dan membuang sampah ditempat yang baik dan benar masih rendah dan kurang.  Tak jarang mereka sering membuang sampah di sepanjang aliran sungai ini,” jelas Budi.

Budi menjelaskan, sebenarnya keinginan petugas lapangan dari dulu agar jembatan penghubung di pertigaan depan pasar Gladag Kaliwungu Selatan yang mengarah ke Kecamatan Boja supaya ditinggikan. Sebab, jembatan dengan aliran sungai jaraknya sangat dekat, terlebih kondisi jembatan sangat rendah.

“Jadi apabila, jembatan tersebut ditinggikan, maka aliran sungai menjadi lancar. Karena, sampah yang ada disungai terhambat terhadang saringan / filter sampah yang sudah tidak berfungsi lagi,” terangnya.

Lanjut Budi, untuk membersihkan sampah-sampah yang ada di sepanjang aliran sungai Aji tersebut, jika menggunakan alat manual saja akan menghabiskan banyak waktu. Setidaknya dilakukan dengan menggunakan alat berat seperti backhoe ukuran panjang.

Sedangkan, petugas yang ada dilapangan jumlahnya sangat minim. Anggaran yang digunakan untuk melakukan perawatan harus menunggu rencana rancangan anggaran melalui proses lelang terlebih dahulu.(BJ19)