Home News Update Sambut Tahun Politik, Polres Blora Gelar Doa Bersama Pilkada Damai

Sambut Tahun Politik, Polres Blora Gelar Doa Bersama Pilkada Damai

567
Sambut Tahun Politik, Polres Blora Gelar Doa Bersama Pilkada Damai
        BLORA, 1/2  (BeritaJateng.net) – Songsong tahun politik yakni Pilkada serentak tahun 2018, Polres Blora menggelar pengajian akbar dan doa bersama Selasa malam (30/01/2018) dilapangan Tukbuntung Cepu. Pengajian dan doa bersama yang menghadirkan kyai kondang Anwar Zaid tesebut menjadi ajang doa bersama untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif menghadapi Pilkada di wilayah Kabupaten Blora.
        Kapolres Blora, AKBP Saptono, selaku penganggungjawab acara mengatakan, momentum Pilkada pada tahun ini provinsi Jawa Tengah akan menggelar Pilgub dan Wagub. Sebab itu, jajaran Kepolisian Polres Blora mengajak semua masyrakat untuk berdoa bersama bersatu supaya dalam pemilihan nanti berjalan aman dan lancar. Selain acara doa dan dzikir bersama untuk meningkatkan iman dan taqwa, kegiatan ini juga untuk mempererat tali silaturahmi terutama masyarakat dengan Polri.
        “Kita harus menjaga negara Indonesia ini, supaya tidak ada perpecahan akibat beda pilihan pemimpin, ancaman teroris, narkoba dan Intoleransi yang dapat memecah belah kerukunan antar sesama maupun umat beragama dan menjaga serta merawat pancasila yang telah dirumuskan secara matang oleh para pendahulu kita,” jelasnya.
          “Dengan berdzikir pihaknya yakin sedikit demi sedikit akan segera mengubah karakter manusia untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Selain itu, juga mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,” imbuhnya.
         Anwar Zahid dalam tausiyahnya sangat menekankan pada arti menyayangi jiwa yang didalamnya nyawa seseorang dan meneladani akhlak Rosullullah Muhammad SAW.
          Menurutnya, Nabi Muhammad saat itu dapat bergaul dengan baik kepada negara-negara yang tidak berdasarkan Islam dan berjiwa santun saling meyayangi dan menghargai.
          “Kita harus menjaga negara Indonesia ini dari perpecahan, teroris, narkoba dan Intoleransi yang dapat memecah belah negara kesatuan RI dan menjaga serta merawat pancasila yang telah dirumuskan secara matang oleh para pendahulu kita,” tukasnya.
(MN/El)