Home Lintas Jateng Sambut Ramadhan, Dengan Ruwahan di Masjid Raudlatul Jannah Kudus

Sambut Ramadhan, Dengan Ruwahan di Masjid Raudlatul Jannah Kudus

 

Simak bacaan al-Qur'an-03

Kudus, 14/6 (BeritaJateng.net) – Beragam tradisi selalu mengiringi menyambut datangnya bulan suci Ramadan bagi umat Islam di Jawa, tak terkecuali di Kudus.  Nyadran, yaitu berziarah ke makam kerabat adalah salah satu yang sangat terkenal.

Namun tak hanya nyadran, sebenarnya, tradisi yang ada dalam umat Islam Jawa. Banyak masyarakat yang kemudian menyambut Ramadan dengan berbagai hal positif lain, seperti menggelar khataman al-Qur’an (bil ghaib dan bin nadhar), tahlil massal (kirim do’a untuk kerabat secara bersama di masjid/musholla), pengajian, hingga bazar (pasar murah).

Tradisi sambut Ramadan juga dilakukan oleh masyarakat di RW. IX Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus, tepatnya di ‘’Masjid Raudlatul Jannah’’. Menyambut Ramadan tahun ini, pihak takmir juga menggelar beragam kegiatan keagamaan.

Dibuka dengan khataman al-Qur’an bil ghaib pada Minggu pagi (14/6/2015) dengan menghadirkan ustadz Anshori al-Hafidh, yang diikuti pengurus takmir, tokoh masyarakat RW IX, dan masyarakat sekitar.

Noor Cholis, ketua takmir mengatakan, tidak hanya khataman al-Qur’an bil ghaib kegiatan yang gelar di ‘’Masjid Raudlatul Jannah’’. ‘’Ada juga khataman al-Qur’an bin nadhar pada Minggu malam bakdal maghrib, dilanjutkan dengan lomba rebana selepas isya’,’’.

Pada hari berikutnya, Senin malam (15/6/2015), lanjutnya didampingi CH. Hartono, H. A. Syakuri, dan H. Suhamka, ada tahlil umum (ruwahan). ‘’Acara diakhiri dengan pengajian umum yang menghadirkan KH. Mahrus Ali dari Jepara,’’ terangnya.

Surono Sukran, salah satu panitia kegiatan, mengemukakan, di antara kegiatan menyambut Ramadan ‘’Masjid Raudlatul Jannah’’ yang ditunggu, adalah lomba rebana yang digelar untuk tingkat Kabupaten Kudus.

“Tradisi menyambut Ramadan itu tidak hanya nyadran, tetapi banyak hal positif yang bisa dilakukan. Seperti menggelar khataman, tahlil massal, dan pengajian,” ujar Sukran yang juga ketua RT 04 RW IX Desa Jepang tersebut. (Bj)