Home News Update Salah Tujuan Wisata, Karanganyar Kota Turut Sumbang Sampah

Salah Tujuan Wisata, Karanganyar Kota Turut Sumbang Sampah

Kepala Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Karanganyar Titis Sri Jarwoto minta pedagang kelola sampah dengan benar.

Karanganyar, 18/7 (BeritaJateng.net) – Penangan sampah di sekitar lokasi Plaza Alun- alun Karanganyar mendapat perhatian tersendiri dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP).

Pasalnya volume sampah di sekitar lokasi kuliner itu jumlahnya sangat banyak. Saat ini Karanganyar kota juga menjadi salah satu destinasi wisata baru dangan iconnya air mancur.

Setiap malam tiba lokasi plasa alun-alun menjadi pusat jajanan yang berisi ratusan pedagang yang memenuhi sepanjang plasa alun-alun Karanganyar. Dan berpotensi meninggalkan sampah di sekitar lokasi.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Karanganyar Titis Sri Jarwoto berpesan kepada pengunjung dan pedagang kuliner agar membuang sampah pada tempatnya.

“Pedagang juga harus membuang sampah sisa cuciannya agar disaring dan membuangnya di lokasi yang disediakan pemerintah. Jangan asal buang di jalanan,” jelas Titis, Senin (18/7/2016).

Selain masalah sampah yang menjadi masalah utama, pedagang yang berjualan di atas trotoar juga harus mentaati peraturan yang ada. Sesuai Peraturan Daerah (Perda) 28 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

“Jadi trotoar kita ijinkan untuk tempat makan saja,” papar Titis.

Mereka berkumpul di alun-alun, pelataran santai (plasa) utara alun-alun Karanganyar, Monumen Gerakan Sayang Ibu (GSI), dan Taman Air Mancur.

Setiap malamnya masyarakat banyak yang menghabiskan waktu dengan wisata kuliner ataupun sekedar berjalan-jalan menikmati malam di plasa alun-alun Karanganyar.

Namun sayang baik pedagang maupun pengunjung banyak yang mereka membuang sampah sembarangan sisa bungkus makanan dan minuman.

“Contohnya di Taman Pancasila dan Alun-Alun Karanganyar, tiap hari ramai pengunjung. Masih ada lagi saat Pasar Sabtu, atau Car Free Day setiap Minggu di Jalan Lawu. Jadi salah satu penyumbang sampah yang cukup besar,” pungkas Titis. (BJ24)