Home Hukum dan Kriminal Saksikan Reka Ulang Pembunuhan, Istri Deni Pingsan

Saksikan Reka Ulang Pembunuhan, Istri Deni Pingsan

         Semarang, 26/1 (BeritaJateng.net) – Proses Rela Ulang pembunuhan sopir taksi online, Deni Setyawan (32) di jalan Cendana Selatan IV, Sambiroto, Tembalang disaksikan langsung oleh istri korban, Nur Aini (32), Jumat (26/1).
         Keinginan Nur Aini untuk mengetahui proses pembunuhan yang menewaskan suaminya membuat ibu satu anak ini tidak kuat melihat dan akhirnya pingsan tak sadarkan diri. Karena tak kuat menahan emosi dan kesedihan, ibu satu anak itu menangis histeris sejak mulai datang ke lokasi.
        Dia datang didampingi oleh ibu dan seorang kerabatnya yang terus berada di sebelah Nur. Dia berjalan sambil dituntun oleh anggota Polwan, lalu duduk di dekat lokasi rekontruksi. Dia tak kuat menahan air mata, dan nampak emosi ketika melihat dua pelaku yakni IBr (16) dan DIR (15) yang meragakan adegan.
         Bahkan, Nur yang memakai jilbab warna hitam itu sempat pingsan saat adegan dimana pelaku IBr memeragakan adegan membunuh suaminya dengan menggorok leher suaminya itu. Nur yang pingsan tak sadarkan diri.
        Oleh Anggota Kepolisian, Nur Aini langsung dibopong ke rumah warga.
         Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Fahmi Afriyanto menjelaskan, ada 28 adegan yang dilakukan dua pelaku. Dari 28 adegan itu, meliputi 3 lokasi yakni jalan Lemah Gempal, jalan Cendana Selatan IV, dan sekitar kawasan Sungai Banjir Kanal Barat.
          “Lokasi pertama itu dimana pelaku memesan dan menaiki taksi korban, lokasi kedua pelaku mengeksekusi korban, dan lokasi ketiga dimana pelaku menyembunyikan hasil rampokan,” ujarnya di lokasi.
          Fahmi menambahkan, rekontruksi ini digelar guna melengkapi berkas untuk diajukan ke pengadilan nanti. Dia berharap, pemberkasan bisa dilakukan secepatnya. “Untuk melengkapi berkas di pengadilan,” ujarnya.
          Sedangkan rekontruksi ini disaksikan ratusan warga di sekitar lokasi jalan Cendana Selatan. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, polisi memasang garis pembatas. Meski begitu warga yang geram dengan pelaku, tetap menyoraki dan menghujat dari jauh. (Nh/El)