Home Hukum dan Kriminal Saksi Percaya Janji Terdakwa Penipuan

Saksi Percaya Janji Terdakwa Penipuan

image
Ilustrasj

Solo, 6/1 (Beritajateng.net) – Saksi korban menyatakan sudah percaya janji yang disampaikan oleh terdakwa pasangan suami istri, Mardiyanto (50)-Sri Mulyani (48), warga Karanglo Madegondo Grogol Sukoharjo dalam sidang penipuan dan penggelapan di Pengadilan Negeri Surakarta, Selasa.

Saksi korban yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum, yakni Siti Maryani mengatakan bahwa dirinya percaya dengan terdakwa Sri Mulyani, meminjamkan modalnya karena selain sebagai teman kenal baik dalam kegiatan pengajian, juga dijanjikan dengan hasil besar.

Menurut Siti Maryani dalam kesaksiannya bahwa terdakwa meminjam uang untuk modal usaha sejak tahun 2011 hingga 2012 yang totalnya mencapai Rp5,1 miliar dengan disertai surat tanda terima yang ditandatangai oleh kedua terdakwa tersebut.

Siti menjelaskan terdakwa sebelumnya memiliki usaha batik dan perusahaan ekssor mebel, sehingga dirinya sangat percaya memberikan modalnya. Pertama mereka memberikan uang keuntungan hasil usahanya dengan lancar.

Namun, terdakwa kemudian meminjam modal kembali yang berturut-turut hingga total mencapai Rp5.1 miliar.

Terdakwa setiap menambil uang pinjaman selalu datang ke kantor saksi yang berikan uang kontan oleh sekretaris saksi, yakni Handayani dengan disertai kuitansi tanda terima yang ditandatangani oleh pasutri itu.

“Saya yang masih berprasangka baik dengan terdakwa ingin mengembalikan uang pokoknya yang pernah dipinjam. Namun, terdakwa tidak punya niat baik sehingga melaporkan penipuan ini, kepolisian untuk proses hukum,” kata saksi Siti saat menjawab pertayaan hakim.

Krisbiantoro saksi kedua yang dihadirkan oleh jaksa, menyatakan, bahwa dirinya pernah memperingatkan istrinya yakni Siti, yang menjadi korban yang terlalu percaya dengan janji terdakwa tanpa ada jaminan apapun dari mereka.

“Kami semakin curiga setelah menerima enam kali pembayaran menggunakan dengan bilyet giro dari terdakwa, ternyata dananya kosong,” kata Krisbiantoro.

Menurut saksi, pihaknya sudah mengajak pertemuan dengan terdakwa terkait penyelesaian pengembalian uangnya yang dipinjam, tetapi saat dihubungi lewat telepon dan didatangi ke rumah tidak pernah ada niat baik. Sehingga, kasus ini dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan.

Sidang kasus penipuan dan penggelapan dengan terdakwa pasutri tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Teguh Haryanto dibantu Subur S. Satyo dan Puji Hendro Suroso, dengan jaksa penuntut umum Ana May Diana dan Fanny Widiastuti.

“Saya penerima keterangan saksi, tetapi ada beberapa yang tidak benar,” kata terdakwa Sri Mulyani yang didampingi penasihat hukumnya, R. Bagus Anang Widjaya dan Safiuddin.

Menurut terdakwa, dirinya membantah jika sering menelpon saksi korban saat hendak meminjam uang, dan tidak pernah menjanjikan apa-apa kepada Siti.

Ketua Majelis Hakim Teguh Haryanto kemudian memberikan waktu tujuh hari kepada jaksa penuntut umum untuk menghadirkan saksi lain untuk sidah perikutnya yang digelar di PN Surakarta, Selasa (13/1).

Jaksa penuntut umum Ana May Diana sebelumnya telah mendakwa terdakwa pasutri tersebut dengan pasal berlapis yakni pertama, Pasal 378 juncto Pasal 55 jo Pasal 64 KUHP, dan kedua Pasal 372 jo Pasal 55 jo Pasal 64 KUHP, tentang Penipuan dan Penggelapan.(Ant/Bj02)

Advertisements