Home Hukum dan Kriminal Saksi Pelindo III: Tegaskan Tak Ada Anak Perusahaannya yang telah Berizin PBM

Saksi Pelindo III: Tegaskan Tak Ada Anak Perusahaannya yang telah Berizin PBM

Suasana persidangan Pelindo III

Semarang, 21/6 (BeritaJateng.net) – Seorang saksi dari Biro Hukum PT Pelindo III, Agung Prasetyo Guritno menegaskan jika Pihak Pelindo III hingga kini tidak ada anak perusahannya yang telah memiliki izin usaha bongkar muat (PBM) di Pelabuhan. Karena diakuinya semua perizinan usaha di Pelabuhan sudah termasuk dalam Izin Badan Usaha Pelabuhan (BUP).

Hal ini diungkapkan Agung dalam persidangan lanjutan  Pra Peradilan Pelindo III Semarang melawan Polda Jawa Tengah,Selasa (21/6).

”Tidak ada  anak perusahaan Pelindo yang telah memiliki SIUPBM, karena izin itu sudah termasuk dalam BUP,” ujarnya.

Bahkan Agung pun mengakuinya jika pihaknya pun telah mengabaikan surat dari Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Provinsi Jawa Tengah yang memintanya agar mengurus perizinan Bongkar Muat di Pelabuhan Semarang, karena sesuai dengan PP 61 Tahun 2009 pihak Pelindo sudah sah melaksanakan bongkar muat di seluruh Pelabuhan.

”Justru yang dipermasalahkan bongkar muat ini hanya di Pelabuhan Tanjung Emas dari seluruh Indonesia,’’ imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Pengacara Pelindo III Semarang, Theodorus Ferera yang menegaskan kliennya tidak bersalah, karena dalam surat Dirjen Hubungan Laut Kementerian Perhubungan RI tertanggal 31 Mei 2016 yang didasarkan atas saran dari Ombudsman RI agar bongkar muat yang dilaksanakan Pihak Pelindo III tetap berlaku.

“Hakim yang mulia, ini ada surat terbaru dari Dirhubla Kemenperhubungan RI per tanggal 31 Mei 2016 yang membolehkan izin bongkar muat,” ungkapnya dalam persidangan.

Sedangkan dari Pihak termohon Polda Jawa Tengah yang disampaikan Hartono justru pihaknya ingin menanyakan kepada saksi  pemohon, karena dalam surat BPMD Jateng tersebut bunyinya menindaklanjuti surat yang dikirim Pelindo III yang akan mengajukan izin.

“Lalu maksud surat itu untuk  apa, karena disitu khan jelas jika Pelindo akan mengajukan izin sesuai amanat peraturan perundangan yang berlaku,” ujarnya.

Selanjutnya  Hartono pun menegaskan akan apa jadinya jika ada lembaga yang ada di Negeri ini yang tak mau taat terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal senada pun disampaikan Saksi Ahli Pidana dari Universitas Kupang, Bernard L. Tanya yang menjelaskan memang semua warga Negara harus taat kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negaranya. ”Makanya jika ada yang melanggarnya, mereka akan terkena sanksi,” tegasnya.

Ditempat terpisah Sekretaris APBMI Jawa Tengah, Azhari Effendy justru menanggapi pernyataan saksi dari Biro Hukum Pelindo III tersebut  yang membantah anak perusahaan Pelindo tak pernah memiliki izin Bongkar Muat, itu suatu kebohongan dan pembolak balikan fakta. Karena dalam data yang ada didokumennya bahwa di Indonesia ini pihak Pelindo dengan anak perusahaannya telah ada yang memiliki izin usaha bongkar muat yaitu di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dengan nama PT Multi Terminal Indonesia dan PT Indonesia Kendaraan Terminal.

Tak hanya itu, di Tanjung Perak Surabaya dengan nama PT Nusantara Terminal Service kemudian di Pelabuhan Makasar dengan nama PT Berlian Jasa Terminal. “Ini dokumen perizinan beberapa anak perusahaan Pelindo dibeberapa pelabuhan, jadi itu bohong besar,” ungkapnya sambil menunjukkan dokumen dikantornya.

Dalam pantauan Media ini, memang persidangan lanjutan antara PT Pelindo III Semarang melawan Polda Jawa Tengah cukup menyita banyak perhatian, karena disamping kedua belah pihak telah beradu bukti dan telah mendatangkan beberapa saksi ahli di Persidangan juga ruang persidangan pun terlihat penuh dibanjiri para pendukung Polda Jawa Tengah yang sebelumnya telah melakukan gelar spanduk di area pengadilan. Bahkan pada persidangan lanjutan (Rabu, 22/6) besok, rencananya Pihak Pelindo III Semarang akan menghadirkan Saksi Ahli Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra sebagaimana juga disampaikan GM Pelindo III,TS melalui pesan singkatnya. ”Insya Allah Pak Yusril bisa hadir,” ungkapnya. (Bj)