Home Ekbis Saham-saham di Wall Street Naik Pasca Libur Natal

Saham-saham di Wall Street Naik Pasca Libur Natal

image
Ilustrasi

New York, 27/12 (Beritajateng.net) – Saham-saham di Wall Street naik ke rekor tertinggi baru pasca libur Natal pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena para investor masih menikmati laporan PDB luar biasa Amerika Serikat yang dirilis awal pekan ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average, mencetak kenaikan hari ketujuh berturut-turut, maju 23,50 poin (0,13 persen) menjadi 18.053,71, tingkat tertinggi baru selama ini.

Indeks berbasis luas S&P 500 melonjak 6,89 poin (0,33 persen) menjadi 2.088,77, juga sebuah rekor tertinggi, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq meningkat 33,39 poin (0,70 persen) menjadi 4.806,86.

Para analis mengatakan saham-saham terus bergerak lebih tinggi setelah Departemen Perdagangan AS pada Selasa (23/12) menempatkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS kuartal ketiga pada lima persen.

“Dalam perdagangan tipis hari ini, bias kenaikan pasar telah menarik kami sedikit lebih tinggi,” kata David Levy, manajer portofolio di Kenjol Capital Management.

Raksasa teknologi Apple naik 1,8 persen menyusul laporan bahwa lebih sedikit investor yang bertaruh pada penurunan saham, yang dikenal sebagai “going short”. Pergeseran itu terjadi di tengah meningkatnya keyakinan pada laba Apple mendatang, kata 24/7 Wall Street.

Amazon menguat dua persen karena mengumumkan bahwa mereka menambahkan lebih dari 10 juta anggota baru ke jasa pengiriman Amazon Prime selama musim belanja liburan tahun ini.

Saham ritel sebagian besar lebih tinggi karena komentar-komentar tentang musim belanja liburan yang penting umumnya positif. Target, Wal-Mart dan Best Buy semua maju 0,6 persen, sedangkan Williams-Sonoma naik 0,4 persen.

Saham Biotech terus mengungguli pasar yang lebih luas. Gilead Sciences naik 2,7 persen, Celgene naik 3,4 persen dan Amgen bertambah 1,7 persen.

Harga obligasi bervariasi. Imbal hasil pada obligasi 10-tahun pemerintah AS tetap stabil di 2,26 persen, sedangkan pada obligasi 30-tahun merosot menjadi 2,81 persen dari 2,83 persen pada Rabu. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik.(ant/BJ03)

Advertisements