Home Lintas Jateng Rudi Kerahkan Damkar Sedot Genangan Air Di Underpass Makamhaji

Rudi Kerahkan Damkar Sedot Genangan Air Di Underpass Makamhaji

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo
Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo

Sukoharjo, 29/4 (BeritaJateng.net) – Meskipun secara wilayah underpass Makamhaji masuk wilayah Kabupaten Sukoharjo, namun Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo berkeinginan melihat langsung kondisi underpass Makamhaji secara pangsung  Selasa malam (28/4) kemarin. 

Hal tersebut dilakukan karena underpass Makamhaji juga merupakan jalur penghubung utama denga kota Solo. Sebab itulah maka pihaknya merasa ikut terpanggil untuk dengan mengerahkan semua unit  pemadam kebakaran kota Solo agar membantu  menguras air genangan air  di underpass yang tidak juga surut. 

Rudi mengaku kedatangannya ke lokasi underpass Makamhaji karena ada masyarakat yang menelpon juga SMS agar melihat langsung kondisi di lokasi.

“Ya saya datang, sebagai Walikota Solo,  saya juga  turunkan pompa yang saya punya dan seluruh kekuatan Damkar Kota Solo, kita harapkan air bisa dikuras dan segera bisa digunakan secara normal,” jelas Rudi Selasa (28/4/2015) malam.

Akibat banjir underpass Makamhaji membuat kepadatan  arus lalulintas kota Solo makin padat dan terjadi kemacetan dan penumpukan kendaraan. Biasanya jalur Makamhaji digunakan untuk arus kendaraan sebagai jalur alternatif dari Yogya, Klaten, menuju Solo ataupun sebaliknya, 

Kedatangan Walikota Solo didampingi BPBD Jawa Tengah dan praktisi teknik dari Master Teknik Indonesia (MTI) untuk melakukan pengecekan kondisi  kondisi underpass pasca banjir lalu. Seperti keluhan masyarakat sebelumnya air yang menggenang di underpass Makamhaji karena adaya titik sumber mata air yang cukup besar. Akibatnya pompa yang disediakam di underpass tidak mampu untuk menyedot air yang menggenang. 

Sementara itu, Koordinator aksi Forum Peduli Masyarakat Makamhaji (FPMM), Muhlis Joko Ahmadi menjelaskan bahwa underpass Makamhaji memang sudah sejak awal salah dalam pembangunannya. Karena di situ banyak terdapat titik air.

“Lihat saja mesin penyedot air nyala terus selama 24 jam tidak berhenti. Dan itu tidak terus menyala, namun kenyataannya air tetap saja banyak air menggenang. Justru berakibat sumur warga yang menjadi kering,” pungkasnya. (BJ24)