Home Lintas Jateng Rudi: Darah Saya Masih PDI Perjuangan

Rudi: Darah Saya Masih PDI Perjuangan

rudy

SOLO, 15/3 (BeritaJateng.net) – Pernyataan yang telah dilontarkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo  yang mengancam tidak akan bersedia untuk dicalonkan tak akan bersedia dicalonkan menjadi calon Walikota Solo selama lima periode kedepan, jika maslah internal PDI perjuangan belum final mulai dilirik oleh sejumlah partai di luar PDI Perjuangan.

Sempat beredar kabar, jika Rudi tidak maju menjadi calon Walikota Solo yang diusung Partai PDI Perjuangan, partai lain siap  menerima dan akan   mengusung pria yang saat ini masih menjabat sebagai Walikota Solo ini.

Ditemui sejumlah wartawan di lokasi Car Free Day, jalan Slamet Riyadi Solo, dengan tegas Rudi membantah semua rumor tersebut. Rudi menyatakan dia tak tertarik jika partai diluar PDI Perjuangan mengusungnya menjadi calon Walikota.

“Enggak maulah, saya sudah selesai. Tapi saya tetap PDI Perjuangan. Karir saya berhenti tapi darah saya masih PDI Perjuangan,” tegas Rudy, Minggu (15/3/2015).
 
Seperti diketahui saat ini sedang terjadi beda pendapat dalam internal Partai PDI Perjuangan Solo yakni adanya persoalan terkait  musyawarah anak cabang (musancab) di Solo.

Meski begitu, pria yang sudah bergabung selama 38 tahun mengurus partai ini menjelaskan dirinya sudah  berusaha menghidupi partai bukannya mencari hidup di partai. Dan Rudi sangat berharap agar PDIP jangan diobrak-abrik  di tingkat bawah.

Sedangkan saat ini, orang yang di ada di situ adalah orang yang melanggar aturan partai dan saat menjadi pengurus PAC tidak aktif. Jarang datang ke rapat. Sekalipun datang hanya diam saja.

“Lha trus bagaimana organisasi wis tak bina sekianpuluh tahun, tau-tau di pegang orang yang tidak mau bekerja. Ya sayang no. Saya sayang dengan PDIP bukan sayang jabatan saya,” lanjut Rudi.

Meskipun nanti pengurus PAC nya nanti akan di ganti dan saya tidak boleh mencalonkan menjadi ketua DPC dan tidak boleh mencalonkan diri menjadi Walikota Solo, Rudi mengaku siap.

“Jadi jangan dianggap saya ingin mempertahankan kursi ketua atau walikota apalagi, tidak,” tegas Rudi.

Jadi lanjut Rudi, dirinya tetap menungu  jika Surat Keputusan (SK) kepengurusan dua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Laweyan dan Banjarsari, belum dicabut dan  belum sesuai dengan arahan ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) melalui jarot Saiful Hidayat, Rudy tetap tak akan bersedia menjadi calon Walikota dan akan berhenti sebagai ketua DPC PDI Perjuangan.
 
“Lha wong itu prinsip kok diothak-athik,” pungkas Rudi. (BJ24)