Home Headline RSUD KRMT Wongsonegoro Alihkan Pendaftaran Pelayanan Via Online

RSUD KRMT Wongsonegoro Alihkan Pendaftaran Pelayanan Via Online

405
Pojok Covid-19 di RSUD KRMT Wongsonegoro.

Semarang, 2/7 (BeritaJateng.net) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) K.R.M.T Wongsonegoro mulai mengalihkan pelayanan pendaftaran dengan sistem online sebagai kesiapan menghadapi era new normal.

Direktur Rumah Sakit Wongsonegoro, Susi Herawati menjelaskan saat ini pandemi corona atau covid-19 kemungkinan tidak akan bisa hilang. Maka dari itu perlu kesiapan dari rumah sakit menghadapi hal tersebut.

“Mau tidak mau covid-19 ini sudah merebak, sepertinya covid-19 hilang tidak mungkin. Karena penularannya dari manusia ke manusia dan manusia ke manusia ini pun 80 persen tidak memunculkan gejala. Jadi yang sakit itu hanya 20 persen. Sehingga di antara kita ini mungkin pengandung virus. Walaupun kemarin saya habis periksa swab misalnya. Itu kan kemarin. Hari ini?,” kata Susi.

Meski begitu, Susi menggaris bawahi jika untuk menjadikan suatu daerah bisa menerapkan new normal harus memenuhi sejumlah syarat.

“Lalu kami yang dari rumah sakit harus bagaimana? Nah ini kami juga harus menyiapkan dari SDM. Sarana pra sarana, perilaku, lingkungan, semuanya itu harus di tata ulang. Demikian juga untuk pembiayaan. Tata pola kinerja dan sebagainya,” katanya.

Salah satu yang akan dilakukan yakni pendaftaran pasien bakal dilakukan secara online.

Sistem ini, kata Susi sebetulnya sudah lama diterapakan, namun pihaknya berencana bakal menerapkan pendaftaran sistem online sepenuhnya mulai awal Juli mendatang.

Yakni dengan pengecualian untuk yang masuk dalam kategori darurat maka pendaftaran bisa dilakukan secara manual.

“Memang kami pendaftaran online sudah lama ada. Tetapi kan tidak semua tau. Karena kita terima saja. Nantinya kita harus 100 persen semua online. Kalau darurat tidak bisa daftar online.Hanya diperuntukkan yang bisa. Kita sudah mulai, tapi mungkin 1 juli kita mulai. Kalau tidak daftar online ya mohon maaf,” katanya.

Di sisi lain, bila saat masa nnormal pasien setiap hari dikunjungi oleh dokter, maka kemungkinan pada saat penerapan new normal dilakukan, maka kunjungan ke pasien akan dikurangi dan dilakukan dengan teleconference.

“Berarti kita harus menguatkan IT. Untuk sarana. IT apa modalnya? kita harus internet. Modalnya semakin besar. Pembiayaannya semakin besar,” katanya.

Tak hanya itu, protokol kesehatan juga harus diterapkan secara disiplin dan ketat. Bukan hanya untuk tenaga medis, namun semua yang berada di area rumah sakit wajib mengenakan masker.

“Ketenagaan yang dulu mungkin kita tidak ada yang pakai masker. Semua sudah harus wajib pakai masker. Kami membuat motto Maskerku menolongmu, maskermu menolong saya. Dengan panjenengan bermasker saya tidak ketularan dari panjenengan. Demikian sebaliknya. Itu yang sudah harus jadi budaya. Budaya kerja juga harus dirubah. Dulu mungkin, tanpa cuci tangan, sekarang harus cuci tangan. Jadi ini harus merubah semuanya,” pungkasnya. (El)