Home Nasional RPJMN Targetkan Penurunan Kemiskinan Enam Persen

RPJMN Targetkan Penurunan Kemiskinan Enam Persen

image
Warga miskin. (BJ/DK)

Jakarta, 3/12 (Beritajateng.net) – Pemerintah dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 menargetkan penurunan tingkat kemiskinan sebesar 5-6 persen dari jumlah masyarakat miskin sekarang sekitar 24 juta orang.

“Kisarannya seperti itu, kita berharap setiap tahun dapat berkurang, dan nanti pada 2019, dapat berkurang 5-6 persen,” kata Deputi Menteri PPN/Bappenas Bidang Kemiskinan, Ketenagakerjaan, dan UKM, Rahma Iryanti kepada Antara setelah Seminar “Kunci Utama Strategi Pembangunan Indonesia: Mempromosikan UKM sebagai Penggerak Ekonomi”, di Jakarta, Rabu.

Rahma mengatakan target pengurangan kemiskinan itu, dan sejumlah upaya untuk merealisasikannya, sudah dicantumkan dalam rancangan teknokratik RPJMN yang hari ini dibahas pada Sidang Kabinet di Istana Kepresidenan.

Beberapa upaya pengurangan kemiskinan tersebut, dijelaskan Rahma, adalah fokus pemerintah kepada pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dengan salah satu orientasinya untuk melipat-gandakan jumlah lapangan kerja yang berkualitas.

Kemudian, hal itu akan ditambah dengan strategi pemerintah yang mendorong masuknya aliran investasi padat karya. “Sehingga yang lahir adalah lapangan kerja berkualitas, dan dapat mengurangi tingkat kemiskinan dan menaikkan indeks kesejahteraan,” ujarnya.

Langkah selanjutnya, ujar Rahma, adalah mendorong pemberdayaan masyarakat, dengan memberikan keleluasaan dalam berusaha.

Rahma mengatakan pemerintah akan memperbesar fasilitas ke pelaku Unit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

Ia mengidentifikasi empat masalah besar yang menghambat pengembangan UMKM adalah akses pembiayaan, akses pasar, keterbatasan kapasitas Sumber Daya Manusia, dan ketatnya regulasi.

Sebagai gambaran, berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), terdapat 80 persen masyarakat miskin yang tidak memiliki akses ke lembaga keuangan formal, seperti bank. Rasionya, hanya satu dari lima usaha kecil yang memperoleh pinjaman dari bank.

Selain itu, menurut Rahma, pemerintah akan mendorong pemerataan infrastruktur, akses pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat, se miskin dan yang tinggal di daerah.

“Pengurangan tingkat kemiskinan juga akan didorong oleh efektivitas program bantalan sosial, melalui paket Kartu Keluarga Sejahtera, meKartu Indonesia Sehat, dan Kartu Indonesia Pintar,” katanya.

Meskipun demikian, Rahma enggan merinci berapa perkiraan pemerintah mengenai jumlah masyarakat miskin hingga akhir 2014. Dia meyakini, kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi tidak akan menambah jumlah signifikan masyarakat miskin, karena telah berjalannya program bantalan sosial dari pemerintah.

Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Bank Dunia pada September lalu, mengungkapkan terdapat sekitar 24 juta masyarakat miskin yang didominasi kalangan petani, nelayan, buruh dan pengangguran.

Dalam lima tahun ke depan, Wapres juga mengatakan pemerintah akan memfasilitasi peningkatan produksi petani dan nelayan, serta perluasan jumlah lapangan kerja untuk memberdayakan angkatan kerja dan mengurangi pengangguran.(ant/pj)

Advertisements