Home Hukum dan Kriminal Romli Pertanyakan Sikap Australia soal Hukuman Mati

Romli Pertanyakan Sikap Australia soal Hukuman Mati

Prof Romli

Jakarta, 25/2 (BeritaJateng.net) – Pakar hukum pidana Romli Atmasasmita mempertanyakan sikap pemerintah Australia yang menyalahkan Indonesia terkait hukuman mati terpidana narkoba setelah mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Pertanyaannya selama ini Australia sudah pernah minta para narapidana narkoba warga negara Australia ini diekstradisi ?. Kenapa tiba-tiba sekarang itu dikemukakan,” katanya pada Dialog Kenegaraan di Senayan Jakarta, Rabu.

Sebelumnya Perdana Menteri Australia Tony Abbot mendesak pemerintah Indonesia membatalkan eksekusi mati dua orang warga Australia terpidana kasus narkoba.

Lebih lanjut Romli menjelaskan antara Indonesia-Australia sudah ada perjanjian ekstradisi. Dalam perjanjian ekstradisi tersebut dimungkinkan dilakukannya pertukaran tahanan dengan syarat setelah dilakukan proses pengadilan dan memiliki kekuatan hukum tetap.

Lebih lanjut Romli menduga turut campurnya PM Australia atas kedaulatan hukum Indonesia dimanfaatkan untuk keuntungan politik dalam negeri.

Romli juga menceritakan isu kasus ‘ratu marijuana’ Corby yang dulu digunakan John Howard untuk bahan kampanye perebutan kursi PM Australia.

“Ini kelakuan Australia kebaca. Saya ingat saat Corby dulu, eh ternyata digunakan John Howard untuk kampanye di jabatannya yang kedua,” kata Romli.

Romli menegaskan bahwa secara konstitusi hukuman mati masih diakui dan sah di Indonesia. Karena itu, tidak ada yang salah jika eksekusi mati tersebut dilakukan. (ant/BJ)