Home News Update Romahurmuziy Lalukan Pertemuan Tertutup dengan Kiai PPP se Jateng

Romahurmuziy Lalukan Pertemuan Tertutup dengan Kiai PPP se Jateng

image

Semarang, 10/12 (Beritajateng.net) – Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan hasil Muktamar VIII Surabaya Muhammad Romahurmuziy melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah kiai PPP di Provinsi Jawa Tengah.

Pertemuan antara pria yang akrab disapa Romy dengan para kiai yang merupakan anggota majelis syariah, majelis pertimbangan, dan majelis pakar DPW PPP Jateng itu berlangsung di Pondok Pesantren Al-Itqon di Semarang, Rabu.

Romy mengatakan bahwa dirinya telah memberikan penjelasan kepada para kiai PPP di Jateng mengenai latar belakang mengapa muncul dua kubu di PPP, latar belakang terselenggaranya muktamar di Surabaya, dan perkembangan mengenai gugatan ke PTUN dari PPP kubu Djan Faridz mengenai keabsahan PPP hasil Muktamar VIII di Surabaya.

“Tiga hal tersebut yang saya jelaskan kepada para kiai tadi dan akhirnya mereka bisa menerima sepenuhnya hasil-hasil muktamar di Surabaya yang sudah disahkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Mengutip perkataan Ketua Majelis Syariah PPP Kiai Haji Maimun Zubair (Mbah Mun), Romy menjelaskan bahwa sebagai partai politik, PPP menganut garis ketaatan kepada pemerintah karena hal tersebut merupakan “pengejawantahan” partisipasi dalam bernegara.

“Selama belum ada keputusan lain dari pemerintah, maka pengurus PPP hasil Muktamar VIII di Surabaya itulah yang sah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Romy meminta agar tidak ada pemberhentian ataupun pembentukan pengurus DPW yang baru karena hal itu akan mengganggu proses konsolidasi yang sedang berjalan.

“Para kiai PPP di Jateng mengharapkan semua bisa kembali menjadi satu dari apa yang ada sekarang tanpa harus menempuh proses peradilan,” ujarnya.

Para kiai PPP Jateng yang menghadiri pertemuan tertutup dengan Romy antara lain, KH Ubab Maimun (Rembang), KH Haris Sodaqoh (Semarang), Habib Ichsanudin (Boyolali), KH Maftuh (Temanggung), KH Nasafi (Salatiga), KH Khoiron (Brebes) KH Akwani (Rembang), KH Syahrono (Semarang), KH Sarafudin Husein (Semarang), dan KH Sadi Zen (Semarang).(ant/pj)