Home Ekbis Rob Kaligawe Tinggi, Puluhan Pengusaha Merugi

Rob Kaligawe Tinggi, Puluhan Pengusaha Merugi

771
Rob tinggi yang terjadi Rabu (8/6) mengakibatkan kemacetan panjang dari dan menuju Semarang.

Semarang, 16/6 (BeritaJateng.net) – Puluhan pengusaha yang berlokasi di kawasan Kaligawe Semarang menemui Walikota Semarang Hendrar Prihadi di ruang kerjanya, Rabu (15/6) sore. Kedatangan mereka didampingi Pakar Hidrologi di Undip Semarang Dr. Nelwan, yang sejak awal mengamati fenomena rob di Kota Semarang. Mereka bermaksud menyampaikan keluhan atas tingginya air rob hingga mengakibatkan aktivitas tempat usaha mereka terganggu.

Salah satu pengusaha Dwi Mulyo Raharjo mengatakan, akibat rob yang tak kunjung surut, kegiatan pengangkutan barang menjadi terhambat. Puluhan armadanya mengalami keterlambatan dalam perjalanan akibat arus lalu lintas yang kerap macet. Sedangkan untuk kerugian secara materiil, Dwi menjelaskan, pihaknya belum bisa dihitung secara pasti jumlahnya. Yang jelas kata dia, banyak kerugian yang dialami sejak rob semakin meninggi di kawasan Kaligawe.

“Kita sedih tiap hari kena rob. Kita juga punya pegawai jadi susah. Truk kami bisa lewat tapi terlambat. Makanya kami ke sini ingin ketemu pak wali (Walikota Semarang,red) untuk meminta bantuan agar rob bisa segera tertangani,” keluhnya usai pertemuan.

Pengusaha yang lain yang menemui Walikota Semarang, juga menyampaikan keluhan yang sama. Manager Pusat Oleh-Oleh Kampoeng Semarang, Teguh Imam Prasetyo mengatakan, akibat tingginya rob di depan tempat usahanya, kerugian yang dialami sekitar Rp 15 juta perhari. Banyak pelanggan yang membatalkan kunjungan ke outletnya lantaran terkendala akses jalan yang tergenang rob sehingga tidak bisa dilalui.

”Rob  sekarang ini paling parah selama kami berada di Kaligawe. Sulitnya jalan masuk ke toko, akhirnya banyak pengunjung batal mampir. Akhirnya usaha kami mengalami kerugian,” katanya.

Dengan kondisi rob yang parah tersebut, para pengusaha meminta Pemkot Semarang segera mengambil langkah konkret agar rob tidak lagi menggenangi wilayah Kaligawe.

Menyikapi hal tersebut, Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, sejumlah proyek untuk mengentaskan rob dan banjir di kawasan Kaligawe sudah berjalan dan sebagian masih terkendala pembebasan lahan.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, salah satunya dengan normalisasi dan pembuatan polder. Bahkan kami pun sering meninjau ke lapangan. Namun dari proyek yang ada, sejumlah kendala masih terjadi seperti banyak lahan warga yang belum bisa dibebaskan,” akunya.

Walikota yang akrab disapa Hendi ini menjelaskan, untuk normalisasi Kalitenggang masih ada tujuh bidang tanah warga yang sampai sekarang belum bisa dibebaskan karena harga yang belum sesuai.

“Di Kalitenggang misalnya, ada tiga tambak yang sampai sekarang belum setuju harganya. Harga appraisal RP 90 ribu permeter, warga minta Rp 3 juta permeter. Lalu dari mana kami bisa menawarnya kalau warga minta harga setinggi itu?,” ungkapnya.

Proyek lain yakni polder banger di Kemijen yang meminjam lahan milik PT.KAI, kata hendi, sampai sekarang belum bisa terealisasi karena belum menemui titik temu sehingga warga belum pindah.

“Polder yang akan menjadi tempat penampungan air itu akhirnya belum bisa mengentaskan rob di wilayah Semarang Timur termasuk di kawasan Kaligawe,” jelasnya.

Maka dari itu, Hendi menambahkan, Pemkot Semarang sudah mengusulkan ke pemerintah pusat pembuatan tanggul penahan rob. Selain itu juga akan dilakukan normalisasi Banjir Kanal Timur menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Upaya itu dilakukan sebagai program pengentasan rob dan banjir di Kota Semarang. (Bj05)

Advertisements