Home Lintas Jateng Ribuan Pohon Ditanam Peringati HMPI

Ribuan Pohon Ditanam Peringati HMPI

Wonogiri, 29/11 (BeritaJateng.Net) – Sebanyak 37.000 bibit pohon dari berbagai jenis untuk masyarakat ditanam dalam memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Indonesia (BMN) 2014, yang dipusatkan di Desa Tempursari, Kabupaten Wonogiri, Jateng.

Pada Acara HMPI dan BMN di Wonogiri, Sabtu (29/11), tersebut dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, sejumlah Menteri Kabinet Kerja, beberapa tamu negara dari Duta Besar negara lain, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Pada Kesempatan tersebut Presiden Jokowi setelah memukul kentongan tanda tanam bersama kemudian dilanjutkan menanam seretak di berbagai daerah di Indonesia termasuk di Desa Tempursari Wonogiri. Presiden telah menanam bibit pohon jati diikuti Ibu Negara Iriana Jokowi, pohon kantil, dan sejumlah pejabat baik dari kementerian maupun tanu Duta Besar negara sahabat.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan serentak penanaman pohon dilakukan di Kabupaten Wonogiri sebagai kegiatan nasional karena daerah ini di sub das aliran Sungai Bengawan Solo yang diprioritaskan untuk pengendalian erosi dan sedimentasi daerah tangkapan air Waduk Gajah Mungkur.

Menurut Siti Nurbaya, peringatan HMPI dan BMN 2014 di Wonogiri yang mengambil tema hutan lestari untuk mendukung kedaulatan pangan, air dan energi terbarukan.

“Dengan tema ini kita mengajak dan mendorong masyarakat untuk menjaga ekosistem agar kita memperoleh kualitas lingkunganm hidup yang lebih baik, sekaligus dapat menyediakan barang pangan, memeliharan air, dan mendapat energi diterbarukan,” katanya.

Penanaman pohon di lahan milik masyarakat dalam kegiatan tersebut, kata dia, agar dapat meningkatkan kesejahteraannya melalui hasil panen kayu yang usianya relatih panjang selama lima hingga enam tahun. Dan mampu dikombinasikan tanaman semusim yang panennya relatih singkat.

“Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah pemberdayaan di dalam maupun di sekitar hutan dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat melalui program-program kehutanam berbasis masyarakat, Kata Siti Nurbaya.

Upaya menanam pohon melalui masyarakat yang dirintis sejak 2009 hingga saat ini, didukung oleh kebun bibit rakyat dan fasilitas benih unggul bersertifikat seperti sengon, jati gmelina, dan lain-lain untuk dapat menghasilkan produksi hutan rakyat sekitar 19 meter kubit per tahun.

“Hal ini, sanpai saat ini, telah ditetapkan areal kerja hutan kemasyarakat dengan luas 328 ribu hektare, hutan desa 318 ribu hektare dan hutan tanaman rakyat 194 ribu hektare, dan hutan rakyat pola kemitraan seluas 280 ribu hektare 3.700 kelompok di seluruh Indonesia,” katanya.

Pada acara peringatan di Desa Tempursari Wonogiri akan ditanam jenis bibit pohon sesuai permintaan masyarakat setempat antara lain jati, sengon, gmelina, tanaman buah rambutan, matoa, durian, sukun, dan bibit pohon langka seperti kantil kenangan, dewandaru, dan kawis.

“Totalnya 37.000 bibit sumbangan untuk masyarakat. Pada kegiatan penanaman 2010 telah ditanam sebanyak 1,3 miliar pohon, 2011 (1,5) miliar pohon, 2012 (1,6) miliat pohon, 2013 (1,8) miliar dan 2014 diharapkan mencapai dua miliar pohon,” katanya.

Sementara rombongan Presiden RI Jokowi setelah selesai kegiatan penanaman di Desa Tempursari Sidoharjo, kemudian meninjau Bendungan Waduk Gajah Mungkur yang telah terjadi sedimentasi berat.

Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), solusi mengatasi masalah pendangkalan atau sedimentasi waduk bukan diselesaikan dengan pengerukan melainkan melalui gerakan menanam pohon di bagian hulu.

Menurut Jokowi, satu tahun endapan sedimen lumpur yang berasal dari atas ke Waduk Gajah Mungkur enam juta kubik dan perlu biaya proyek yang besar. Sehingga, dengan kegiatan HMPI dan BMN diharapkan dapat mengatasi terjadi sedimentasi di waduk dimana saja di Indonesia. (ant/pri)

Inline image 1

Advertisements