Home Headline Ribuan Nelayan Cantrang Terancam Nganggur

Ribuan Nelayan Cantrang Terancam Nganggur

SEMARANG, 28/12 (BeritaJateng.Net) – Ribuan kapal nelayan di Jawa Tengah yang masih menggunakan alat tangkap cantrang terancam tidak bisa dioperasikan mulai pekan depan. Sebab, toleransi penggunaan alat tangkap itu akan berakhir pada 31 Desember 2016.

Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo Pati Jafar Lumban Gaol mengatakan, kapal yang menggunakan alat tangkap cantrang di Pati tercatat ada 800 kapal. Dari jumlah itu, yang baru mengurus  Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) ada 80 kapal.  Sementara, hingga kini yang sudah proses melakukan penggantian alat tangkap baru 17 kapal.

“Jadi baru 17 kapal yang siap operasi pada 2017,” katanya saat dihubungi BeritaJateng.Net, Rabu (28/12).

Jafar mengatakan, masih banyak kapal yang belum mau mengganti alat tangkap, karena untuk mengganti alat tangkap yang diperbolehkan untuk beroperasi membutuhkan biaya mahal. Sementara, masih banyak nelayan yang hingga kini masih punya tanggungan hutang bank.

“kami sudah melakukan pendekatan terhadap para nelayan, pada umumnya mereka siap untuk mengganti alat tangkap, namun karena beayanya sangat besar mereka minta waktu,” jelasnya.

Alat tangkap jaring Cantrang dilarang oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) karena dianggap tidak ramah lingkungan karena bisa merusak terumbu karang. Namun dalam uji petik penggunaan alat tangkap ini yang dilakukan oleh Komisi B DPRD Jawa Tengah bersama DInas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah disimpulkan bahwa Cantrang ramah lingkungan dan tidak merusak terumbu karang karena hanya bisa dioperasikan di tengah laut (diatas 12 mil).

larangan penggunaan alat tangkap jenis pukat tarik termasuk didalamnya Jaring Cantrang yang banyak digunakan oleh nelayan Jawa Tengah tertuang didalam Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan (KKP) Nomer 2 Tahun 2015. Permen terus mendapat perlawanan dari nelayan khususnya pengguna Cantrang.

(NK)

Advertisements