Home Headline Revitalisasi Kampung Melayu Semarang Diharapkan Bisa Jadi Daya Tarik Kunjungan Wisata

Revitalisasi Kampung Melayu Semarang Diharapkan Bisa Jadi Daya Tarik Kunjungan Wisata

Caption foto: Suasana pembangunan jalan dan saluran merupakan program revitalisasi Kampung Melayu, di Kawasan Kotalama Semarang, baru-baru ini. 

SEMARANG, 6/7 (BeritaJateng.net) – Proses revitalisasi Kampung Melayu, di Kawasan Kota Lama Semarang yang saat ini dilaksanakan ditanggapi positif oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang.

Dewan menilai adanya revitalisasi dari pemerintah pusat tersebut meliputi penataan infrastruktur baik jalan, saluran dan pembenahan lingkungan sekitar serta cagar budaya diharapkan akan makin cantik.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Joko Santoso, Rabu (6/7/2022).

Dikatakan Joko, pihak dewan sangat mensupport dengan adanya penataan di wilayah Kampung Melayu, Kawasan Kotalama Semarang yang merupakan ikon wisata Kota Semarang. Sehingga bisa memperluas daerah sebagai penyangga kawasan Kotalama Semarang dikenal sebagai tempat bersejarah karena terdapat sejumlah bangunan cagar budaya.

“Karena Kampung Melayu banyak ditempati Etnis Arab. Dan masih ada peninggalan cagar budaya yang bisa menjadi daya tarik wisata di sana. Tentunya revitalisasi ini bagian program pemerintah kota agar permukiman warga atau lingkungan sekitar tidak kumuh yang didukung dengan anggaran pusat, yakni berasal dari APBN,” jelas Joko.

Pelaksanaan tersebut tentunya diapresiasi oleh dewan. “Harapannya, bisa juga didampingi dengan anggaran dari APBD meski tidak semuanya,” tambah Politisi Gerindra ini.

Terkait masih sering terjadi genangan rob di wilayah Semarang Utara, menurut Joko, adalah fenomena alam yang tidak bisa dihindari. “Kita sebagai penyelenggara pemerintah harus antisipasi hal itu. Langkah yang kita lakukan tentunya berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menangani banjir dan rob,” katanya.

Sebab, lanjut dia, penanganan rob ini harus melibatkan kerjasama dalam hal ini pemerintah daerah, pemerintah provinsi maupun pusat. “Diharapkan ada sinergitas dari ketiganya dan selain dibutuhkan memaksimalkan perencanaan yang bagus. Termasuk mendorong tanggul laut dibuat. Sehingga masalah rob dan banjir di semarang utara bisa segera diatasi,” ujarnya.

Mengingat saluran aliran sungai di Semarang Bawah yaitu di kali semarang dan kali banger, terutama yang berbatasan antara pertemuan air laut dan sungai di sekitar kota ini diperhatikan karena kerap melimpas.

“Baik dari sisi kebersihan, penguatan bendungan dan memaksimalkan pompa air yang ada. Sehingga penting dilakukan oleh pemerintah kota semarang, dan kita juga punya tanggungjawab untuk mengawal masalah rob ini sampai bisa terselesaikan,” pungkasnya.

Salah satu warga, Semarang Utara, Devi (42) mengatakan, dirinya berharap adanya penataan di kampung melayu ini bisa menyelesaikan masalah rob dan banjir yang kerap terjadi. Dirinya juga berharap, bangunan cagar budaya yang punya nilai sejarah yang penting diperbaiki.

“Kalau bangunan kuno masih tetap berdiri dan terawat dengan baik, orang akan tertarik datang ke sini, buat Kota Semarang makin ramai. Yang paling utama lingkungan sekitar bisa jadi lebih bersih, rapi dan tertata, tidak terlihat kotor, “ujarnya. (Ak/El)