Home DPRD Kota Semarang Relokasi Pasar Peterongan Selesai Akhir April

Relokasi Pasar Peterongan Selesai Akhir April

image
Semarang, 19/3 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang melakukan sidak ke pasar Peterongan terkait keluhan pedagang selama proses relokasi pasar yang rencananya akan selesai pada minggu ketiga April 2015.
“Kita sidak ke pasar Peterongan ini, kan terus terang karena banyaknya keluhan pedagang yang masuk, seperti jalan akses, kondisi dan luasan lapak nantinya serta permasalahan biaya,” ujar Mualim Ketua Komis B DPRD Kota Semarang usai melakukan sidak.
Menurutnya, keluhan yang masuk telah ia sampaikan pada Dinas Pasar dan Pihak Pemborong atau kontraktor bangunan tersebut. “Saya sudah minta ke pemborong dan Dinas Pasar untuk di buatkan akses jalan. Jadi proses jual beli pedagang tidak terganggu,” paparnya.
Mualim berharap, pembangunan relokasi pasar yang rencananya selesai pada minggu ketiga April agar tepat waktu. “Harapannya bisa selesai tepat waktu, tidak mengulur-ngulur waktu, karena proyek ini hanya satu anggaran, jadi di harapkan bisa sesuai target anggaran, makanya akan kami pantau dilapangan, semoga bisa terealisasi dan tidak ada masalah,” lanjutnya.
Ditanya masalah biaya, Mualim mengatakan, pedagang yang akan menempati lapak tersebut nantinya tidak akan dipungut biaya. “Karena pembangunan ini diambilkan dari anggaran APBD, jadi pedagang tidak dipungut biaya, meskipun begitu relokasi 382 pedagang ini, paling tidak sesuai harapan, artinya tidak seperti pembangunan pasar-pasar sebelumnya, yang bermasalah dengan luasan lapak,” katanya.
Ia berharap lapak bisa sesuai ukuran dan hal penting lainnya yakni kaitannya dengan air, toilet, kebersihan, dan akses jalan harus benar-benar standard. “Ya meskipun tidak 100 persen, namun semua harus tertampung, yang jelas jangan sampai tidak terakomodir,” kata Mualim.
Sementara itu, Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Triyoto Sardjoko mengatakan, saat ini pembangunan pasar Peterongan telah masuk dalam tahap lelang, dengan rencana total anggaran Rp 2,3 milyar.“Kita semua belajar dari pengalaman. Kita sudah membangun beberapa pasar diantaranya pasar bulu dan lain-lain yang sempat kita bangun. Pembangunan itu yang nantinya jadi evaluasi kita.  kita berupaya pembangunan lapak itu paling tidak lebih besar dari yang di Bulu,” ungkapnya.
Dengan jumlah pedagang yang nantinya masuk antara 1450-1500 dengan luas lahan 3000 meter lebih. Triyoto mejelaskan akan memperbesar luasan lapak. “Luas ukuran lapak yang jelas akan lebih luas dari pasar Bulu, kalau Bulu kan (ukuran Red.) 1 x 1,5 meter,” lanjutnya. (BJ05)