Home Nasional Raung Siaga, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Raung Siaga, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

image

Banyuwangi, 7/7 (Beritajateng.net)-Pemerintah terus melakukan antisipasi terkait peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Raung di Jawa Timur. BNPB, BPBD dan unsur lainnya melakukan Rakor Kesiapsiagaan Menghadapi Erupsi Gunung Raung di Bondowoso pada Selasa (7/7).

Kepala BNPB, Syamsul Maarif, mengatakan belum ada anomali terkait letusan Gunung Raung. “Ikuti semua rekomendasi PVMBG. Jika radius hanya 3 km, jangan dibuat 20 km. Itu sama saja membuat cemas masyarakat,”ujarnya

“Leadership dari Danrem, Dandim, Kapolres,  agar selalu melihat kondisi mutakhir dari Gunung Raung. Saat ini ada 18 gunung berstatus Waspada, 3 gunung Siaga, dan 1 gunung Awas. BNPB akan memasang rambu-rambu peringatan sebanyak 200 rambu. Ditargetkan sebelum hari raya akan dipasang 40 rambu. Seperti “Anda memasuki area 3 km” dan seterusnya sesuai rekomendasi peringatan dari PVMBG,”tambahnya.
 
Ia mengaku mengapresiasi Pemda Kab Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, dan Jember yang telah melaksanakan persiapan dengan baik. Di Kabupaten Bondowoso, daerah yang terdampak adalah Kecamatan Sumber Waringin dan Kecamatan Tlogosari dan ada 11 dusun terdampak. Kekurangan yang dibutuhkan adalah akses perbaikan jalur evakuasi, penambahan kendaraan evakuasi pengungsi dan alat komunikasi.
 
Pemda Jember ungkapnya mencanangkan status Siaga Darurat. Wilayah terdampak adalah Desa Jamber Arum Kecamatan Sumberjamber, di Desa Slateng, Sumbersalak, Sumberbulus, Sumberlesung di Kecamatan Ledokombo, dan di Desa Sumberjati, Sidomulyo, Garahan, Sempolan Kecamatan Silo. Dari 3 kecamatan yang terdampak langsung dan desa yang dimaksud terdapat 19.598 jiwa.
 
Syamsul Maarif juga menyatakan dalam waktu dekat ini akan ada pelatihan Table Top Exercise/Gladi Peta. Sebelum latihan lapangan yang mengerahkan masyarakat, latihan mengacu pada dokumen rencana kontijensi berdasarkan riwayat erupsi Gunung Raung pada tahun 1953 dan 1956, dimana meletus besar.(BJ)