Home Lintas Jateng Ratusan Warga Terduga Chikungunya

Ratusan Warga Terduga Chikungunya

chikungunya
chikungunya

Magelang, 2/12 (BeritaJateng.Net) – Sekitar 710 warga Kota Magelang, Jawa Tengah, diduga terserang cikungunya memasuki musim hujan ini, kata Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kota Magelang Yis Romadon.

Romadon di Magelang, Selasa, mengatakan jumlah korban terkena penyakit akibat gigitan nyamuk itu terus mengalami peningkatan dan Dinkes Kota Magelang meminta warga mewaspadai penyakit ini dengan pola hidup sehat.

Ia mengatakan dari 710 suspect chikungunya, sembilan orang di antaranya positif terkena chikungunya. Hal ini berdasarkan sampel yang diteliti.

“Hingga saat ini penderita penyakit ini bisa ditangani. Penyakit ini tidak menyebabkan kematian jika dibandingkan dengan malaria atau demam berdarah,” katanya.

Ia menuturkan persebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Albopictus dan Aedes Aegypty yang juga merupakan nyamuk penular penyakit demam berdarah Dengue (DBD) ini sangat cepat.

Menurut dia di Kota Magelang terdapat sekitar 70 titik persebaran yang berada di 17 kelurahan di Kota Magelang.

“Titik persebaran meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu hanya 13 titik, hal ini harus selalu diwaspadai apalagi pada musim hujan,” katanya.

Ia menuturkan gejala utama penyakit ini adalah demam mendadak, nyeri pada persendian, terutama pada sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang, serta ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit.

Gejala lainnya yang dapat dijumpai adalah nyeri otot, sakit kepala, mengigil, kemerahan pada konjungtiva, pembesaran kelenjar getah bening di bagian leher, muntah, kadang-kadang gatal terutama pada ruam.

Ia mengatakan nyamuk penyebar chikungunya biasanya hidup di wilayah yang kotor dan padat penduduk. Rata-rata titik penyebaran penyakit itu berada di wilayah yang padat permukiman dan banyak genangan air.

“Langkah antisipasi yamng perlu dilakukan, antara lain menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras, menutup, dan mengubur jika ada genangan air,” katanya. (ant/pri)