Home Ekbis Ratusan Warga Rembang Tuntut Izin Lingkungan Hidup Pabrik Semen Dicabut

Ratusan Warga Rembang Tuntut Izin Lingkungan Hidup Pabrik Semen Dicabut

Ratusan Warga Rembang Tuntut Izin Lingkungan Hidup Pabrik Semen Dicabut

SEMARANG, 09/12 (BeritaJateng.net) – Setelah melakukan aksi long march sejauh 150 km dari Gunem, Rembang Hingga Semarang, ratusan massa yang tergabung dalam jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng, tiba di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (09/12), untuk menyuarakan aspirasi dan tuntutan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk segera melaksanakan putusan Mahkamah Agung terkait pembangunan pabrik semen di Rembang.

Ratusan massa tersebut, menuntut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk menjalankan hasil dari Mahkamah Agung yang mencabut ijin Lingkungan Hidup Semen Gresik di Rembang.

Di depan kantor Gubernuran Jawa Tengah, ratusan massa melakukan aksi doa dan bersholawat serta berorasi meminta pabrik semen gresik di rembang untuk dihentikan beroperasi. Setelah itu, perwakilan dari massa dipersilahkan oleh Perwakilan Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah untuk dapat berdialog, yang dipimpin oleh Asisten 1 Sekretaris Daerah, didampingi Jajaran Lingkungan Hidup.

Dalam aksi penolakan pembangunan pabrik semen di Rembang, mereka menyatakan rela menunggu putusan Gubernur Jawa Tengah sampai mencabut ijin lingkungan hidup pabrik semen tersebut. Putusan MA yang telah mencabut ijin lingkungan hidup pabrik tersebut, dinilai sesuai kenyataan yang ada.

Ratusan massa yang tergabung dalam jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng, berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (09/12/2016), menuntut Ganjar mencabut ijin lingkungan hidup pabrik semen gresik di Rembang.
Ratusan massa yang tergabung dalam jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng, berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (09/12/2016), menuntut Ganjar mencabut ijin lingkungan hidup pabrik semen gresik di Rembang.

“Kita akan bertahan disini, menunggu sampai kapanpun pak Ganjar mencabut ijin lingkungan hidup pabrik semen itu. Seperti kita, ibu-ibu bertahan di tenda. Sudah dua tahun. Kita bersumpah, kalau pabrik semen belum mundur, kita tidak akan pulang dari tenda. Dan tanggal 5 oktober, putusan di Mahkamah Agung sudah menenangkan masyarakat. Itu berdasarkan kenyataan, bukan terus MA membela masyarakat, tidak, MA membela yang benar. Tapi kenyataannya, semen masih berjalan, pemerintah belum tegas,” tegas Gunarti (41), salah seorang warga petani pegunungan kendeng.

Dalam dialog dengan Perwakilan Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah, masyarakat rembang meminta Gubernur Jawa Tengah segera menjalankan hasil dari MA yang mencabut ijin leingkungan hidup semen gresik di Rembang. Namun, menurut penjelasan dari Asisten 1 Sekretaris Daerah, Siswo Laksono menyatakan ijin lingkungan hidup semen gresik sudah dicabut. Sedangkan ijin baru Semen Indonesia sudah dikeluarkan.

Saat ini masyarakat Rembang sedang melakukan kajian dari hadil surat keputusan ijin kelayakan lingkungan hidup yang dikeluarkan. (ED/EL)

Advertisements