Home Headline Ratusan Warga Geruduk Kantor Bupati Demak Tuntut Penutupan Karaoke

Ratusan Warga Geruduk Kantor Bupati Demak Tuntut Penutupan Karaoke

63
Ratusan Warga Datangi Kantor Bupati Demak Tuntut Penutupan Karaoke

Demak, 7/11 (BeritaJateng.net) –  Lantaran tak kunjung ada pergerakan dari pihak Satpol PP terkait penegakan Perda Nomor 11 Tahun 2018 tentang tempat hiburan karaoke, ratusan warga dari dua desa mendatangi Kantor Bupati Demak untuk menuntut agar Bupati Demak segera mengambil langkah penutupan tempat karaoke yang masih tetap beroperasi meskipun tempat tersebut sudah dalam kondisi disegel Satpol PP.

Sambil membawa spanduk, ratusan warga yang sebagian besar ibu rumah tangga turut serta mendatangi kantor orang nomor satu di Kota Wali ini dengan menggunakan mobil bak terbuka, menurut koordinator warga Botorejo yang sekaligus ketua RT diwilayahnya tersebut, Yuli, mengatakan,  aksi kali ini sudah merupakan puncak dari keresahan warga terhadap tempat hiburan karaoke, lantaran lokasinya hanya berjarak beberapa meter dari perumahan warga.

“Warga butuh ketentraman dan pingin nyaman dikampungnya, namun hal itu berubah setelah muncul tempat karaoke, semuanya jadi resah,” ujar Yuli.

Selaku ketua RT 05 RW 05 diwilayah Botorejo, dirinya mengaku selain dapat merusak keharmonisan keluarga, tempat karaoke tersebut berdampak negatif bagi anak-anak terutama remaja, mengingat mereka masih dalam tumbuh kembang.

“Bayangkan saja, setiap saat harus melihat pemandangan wanita pemandu karaoke dengan pakaian tidak sopan yang berada di teras tempat karaoke, kasihan anak remaja kami kalau harus seperti ini setiap hari,” terang Pak RT05 RW 05 Botorejo, Demak.

Aksi demo sempat diwarnai aksi protes saat beberapa perwakilan warga menemui Bupati Demak di ruang tamu kerja Bupati. Hal tersebut dikarenakan tidak tegasnya pemerintah dalam menjalankan Perda tempat hiburan karaoke di Kota Wali. Menurut warga pemerintah dalam hal ini Satpol PP seolah-olah warga dibenturkan dengan pengusaha karaoke.

“Yang mempunyai wewenang itu kan Satpol PP, kog ini malah warga disuruh ikut bergerak sendiri, kan ya tepat,” tegas Yuli.

Sementara itu menurut Bupati Demak M Natsir, mengatakan, jika dirinya sudah menjalankan Perda yang ada dengan melakukan penindakan penyegelan dirumah karaoke yang berjumlah 36 diseluruh Kabupaten Demak, bahkan dirnya membenarkan jika Satpol PP kehabisan stiker segel, mengingat saking banyaknya  tempat hiburan malam tersebut.

“Kita segera membuat stiker segel secepatnya, yang penting kita pasang garis satpol pp, jika masih tetap dirusak ya kita segel terus,” terang M Natsir.

Mengingat setiap hari ada penambahan dan pengurangan jumlah karaoke yang ada di Kota Wali ini, Bupati mengaku secepatnya akan melakukan tindakan tegas penutupan karaoke yang sekarang baru disusun langkah-langkahnya dari berbagai pihak, seperti Satpol PP, Kepolisian dan Kodim, tutur Bupati Kota Wali. (BW/El)