Home Lintas Jateng Ratusan Sumur Resapan Dibangun di Salatiga-Semarang

Ratusan Sumur Resapan Dibangun di Salatiga-Semarang

Semarang, 19/3 (Beritajateng.net) – Sebanyak 920 sumur resapan telah dibangun oleh United States Agency for International Development (USAID) bersama dengan Coca-cola Foundation Indonesia sejak 2014 di tujuh wilayah di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
“Ketujuh lokasi yang dibangun ratusan sumur resapan itu meliputi Kelurahan Noborejo dan Randuacir (Kota Salatiga), serta Desa Gogik, Candirejo, Butuh, Jethak, dan Patemon,” kata Direktur USAID Indonesia Andrew Sisson di Kabupaten Semarang, Kamis (19/3).
Hal tersebut disampaikan Andrew di sela peresmian sumur resapan di Desa Patemon, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Ia menjelaskan bahwa ratusan sumur resapan yang dibangun sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat itu mempunyai fungsi sebagai lumbung air karena diperkirakan mampu menangkap 600 juta liter air untuk diresapkan kembali ke tanah setiap tahunnya.
“Lokasi pembangunan sumur resapan difokuskan di area tangkapan air yang meliputi area perumahan warga sebanyak 874 sumur resapan dan 46 sumur resapan di wilayah perkebunan PTP di Kabupaten Semarang ,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Andrew mengaku bangga bermitra dengan Pemerintah Indonesia dan Coca-cola Foundation Indonesia dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
“Selama 2011, kami telah membangun 3.300 sumur resapan di seluruh Indonesia guna meningkatkan pasokan air dan membantu masyarakat melindungi diri dari dampak kekurangan air yang disebabkan oleh efek perubahan iklim serta urbanisasi yang dilaksanakan oleh program USAID Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene (IUWASH)” katanya.
Ketua Pelaksana Coca-cola Foundation Indonesia Titie Sadarini yang juga hadir dalam peresmian sumur resapan itu berpendapat bahwa konservasi air tanah menjadi hal penting dalam penanganan isu tentang air serta telah menjadi bagian penting dari “sustainability platform” Coca-Cola di seluruh dunia.
“Setidaknya melalui 920 sumur resapan ini ribuan masyarakat akan menerima manfaat terkait dengan perbaikan ketersediaan air tanah serta juga pengendalian banjir,” ujarnya.
Menurut dia, dalam pemberian bantuan teknis hingga proses monitoring dan pelaksanaan di lapangan, Coca-cola Foundation Indonesia dan USAID IUWASH menjalin mitra dengan Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah.
“Sebagi mitra kerja lokal, SPPQT akan terlibat langsung dalam pendidikan, pengorganisasian masyarakat hingga proses pembangunan sumur resapan yang melibatkan pemerintah daerah serta warga setempat,” katanya.
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Mineral Jawa Tengah Prasetyo Budi Yuwono menambahkan bahwa konservasi sumber daya air melalui pembangunan sumur resapan ini tidak hanya penting bagi kawasan tangkapan air dari mata air Senjoyo dan Ngablak, tapi menjadi suatu upaya penting serta inovatif untuk mendukung konservasi Gunung Merbabu sebagai “menara air” bagi Jateng.
“Selama 15 tahun terakhir ini sebagian besar sumber air di kawasan Merbabu mengalami kekeringan pada musim kemarau sehingga memaksa masyarakat berjalan sekitar 3-5 kilometer untuk mendapatkan air minum,” ujarnya.
Prasetyo yang hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu juga meminta masyarakat ikut serta menjaga dan merawat keberadaan ratusan sumur resapan yang telah dibangun tersebut.(ant/BJ)