Home Lintas Jateng Ratusan Karyawan RSIS Tuntut Gubernur Keluarkan Izin Operasional

Ratusan Karyawan RSIS Tuntut Gubernur Keluarkan Izin Operasional

Ratusan Karyawan Rumah Sakit Islam Surakarta Tuntut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo agar mengeluarkan Izin Operasional. Jika tidak segera keluar, 900 karyawan RSIS terancam di PHK.

**900 Karyawan Terancam Di PHK

Semarang, 17/10 (BeritaJateng.net) – Ratusan karyawan dari Rumah Sakit Islam Surakarta lakukan aksi demo di halaman gedung Gurbenur Jalan Pahlawan Semarang menuntut dikeluarkannya izin operasional VI Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS).

Aksi demo yang berlangsung damai ini dilakukan oleh para pendemo yang terdiri dari dokter hingga karyawan seluruh Rumah Sakit Islam Surakarta menyuarakan tuntutanya kepada Gubernur Jawa Tengah untuk segera menerbitkan izin operasional RSIS Kelas B sesuai dengan keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) pada tanggal 31 Mei 2016.

Faizul selaku Koordinator lapangan menyampaikan bahwa pihaknya menginginkan bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah untuk dapat menyampaikan tuntutanya, agar menyelamatkan RSIS yang merupakan harta benda Wakaf dengan memberikan atau menerbitkan izin operasional RSIS Kelas B.

“Kami berharap kepada Gubernur Jateng dapat menyelamatkan nasib RSIS yang merupakan harta Wakaf, dengan memberikan izin operational RSIS,” ungkapnya.

Lanjutnya, Rumah Sakit Islam Surakarta yang berlamatkan di jalan Jendral Ahmad Yani, Dukuh Mendungan RT03 RW03 Desa Pabelan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo adalah harta wakaf yang telah dirintis sejak 1970. Maka harus dijaga dan diselamatkan berbagai krisis termasuk tidak adanya izin operasional.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa bilamana izin operasional ini tidak dikeluarkan, maka kondisi RSIS akan semakin memprihatinkan dan mengakibatkan terjadinya krisis pelayanan seperti BPJS dihentikan, suplai obat dihentikan, izin praktek dokter tidak dapat diperpanjang oleh Dinas Kesehatan Sukoharjo, dan dokter tidak dapat menjalankan praktek, banyak pasien meninggalkan RSIS, pendapatan menurun serta 900 karyawan terancam kehilangan pekerjaan hingga pasien tidak dapat menggunakan pelayanan kesehatan di RSIS.

“Maka dengan ini Gubernur harus segera melakukan penerbitan izin operasional RSIS, agar dapat menyelamatkan seluruhnya,” tambahnya.(BJ06)

Advertisements