Home News Update Ratusan Jemaah Doakan Pendeta Petrus Agung Purnomo

Ratusan Jemaah Doakan Pendeta Petrus Agung Purnomo

2060
Suasana di Holly Stadium tempat jenazah Pdt. Petrus Agung disemayamkan.

Semarang,15/3 (BeritaJateng.net) – Ratusan umat memadati Holy Stadium JKI Injil Kerajaan Semarang untuk memberikan doa kepada Pendeta Petrus Agung Purnomo yang telah meninggal pada Senin Kemarin.

Doa dan tangis haru para jemaah terdengar lantang saat misa Penghiburan penutupan peti mati Pendeta Petrus Agung Purnomo.

Sosok Pendeta Petrus dimata sahabat dan jamaah merupakan pribadi yang mampu memotivasi setiap insan jamaah dalam menemukan jati diri menghamba kepada tuhan Yesus.

Seperti Ice Astriyani yang merupakan salah satu jamaah JKI Injil Kerajaan, bahwa dirinya bertemu dengan sang Pendeta Petrus saat pertama berkuliah di Stikes Elisabeth Semarang empat tahun yang lalu, dan dalam kebaktian pertamanya di Holy Stadium merasakan dan sadar akan arti Tuhan yang ia percayai.

“Kami sangat kehilangan sosok teladan beliau, apa yang diberikaan saat khotbah dan kebaktian membuat saya mengerti akan kehadiran Tuhan,” ucapnya.

Ratusan jemaat memberikan doa sebelum jenazah Pdt Petrus Agung dimakamkan.
Ratusan jemaat memberikan doa sebelum jenazah Pdt Petrus Agung dimakamkan.

Lanjutnya, mahasiswi asal Kalimantan ini menyempatkan datang bersama kawannya untuk ikut misa Ibadah Penutupan peti mati di Holy Stadium, sebelum jenasah disemayamkan pada Rabu esok untuk dimakamkan di pemakaman Heaven Hills Kab. Semarang.

“Pencarian Tuhan saya dapatkan dari beliau, guru yang menjadi panutan. Disini saya menjadi semakin dekat dengan Tuhan,” tuturnya.

Selain itu cerita lain juga dikisahkan oleh Johanes Christiono staf gereja Holy Stadium, selama 16 tahun dirinya melayani Pendeta Petrus menurutnya pengalaman yang berharga baginya.

“Ketulusan sang pendeta Petrus tidak memandang strata, golongan, dan agama dalam memberikan layanan sosial. Setiap kegiatan sosial kami, selalu untuk semua umat bukan hanya jemaah kami saja. Inilah bentuk ketulsan beliau, mengajarkan kasih kepada semua mahluk di bumi,” katanya.

Sebelumnya, ia juga telah mendapatkan firasat atas kepergian Pendeta Petrus Agung Purnomo.

“Saya seperti dipamiti oleh beliau tapi seperti tidak terasa. Kedepan memang meminta Pendeta Petrus Agung Purnomo untuk hadir meresmikan Berkah Musik di Kedungmundu Semarang, namun ia berpesan bahwa dirinya tidak bisa mendoakan, nanti papinya ibu Ribka saja,” terangnya.

Lanjut Johanes Christiono sebelumnya Pendeta Petrus menginginkan beristirahat sejenak, sebab kegiatan di Gereja ini sangat padat. Dan pada pukul 22.30 kemarin ia dibawa dari rumah ke Rs. Tlogorjo Semarang, dan akhirnya kita dikabarkan bahwa Pendeta Petrus Agung Purnomo telah meninggal dunia. (BJ06)

caption: suasana kerumunan jemaah mendoakan jenazah Pendeta Petrus Agung Purnomo di Holly Stadium JKI Injil Kerajaan Semarang.